Atasi Banjir di Makarena, Darwin Rombe Kerahkan Alat Berat Normalisasi Drainase
Papua60Detik – Anggota Komisi IV DPRK Mimika, Darwin Kurnia Rombe, merespons keluhan warga terkait banjir yang merendam permukiman di wilayah Makarena, Jalan Baru, Kelurahan Kwamki, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Kamis (7/5/2026).
Darwin mengerahkan alat berat secara pribadi untuk menormalisasi drainase yang tersumbat sebagai tindak lanjut atas aspirasi warga yang sempat melakukan pemalangan jalan pada Rabu (6/5/2026). Warga mengeluhkan genangan air yang tak kunjung surut dan menghambat aktivitas warga.
Baca Juga: Komisi IV DPRK Mimika Pelajari Strategi Infrastruktur dan Regulasi CSR di Kutai Kartanegara
"Saya menerima banyak laporan rumah warga tergenang. Masalah ini sudah berlangsung cukup lama. Hari ini saya membawa alat berat dengan dana pribadi sebagai bentuk kepedulian spontan untuk warga," ujar Darwin.
Turut hadir meninjau lokasi banjir Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Mimika Evert Hindom, perwakilan Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Kepala Distrik Mimika Baru Merlyn Temorubun.
Darwin menjelaskan, Dinas PUPR saat ini telah melibatkan konsultan untuk menghitung biaya perencanaan pembangunan drainase permanen. Sebagai mitra kerja pemerintah, ia berkomitmen mengawal anggaran tersebut agar segera dieksekusi.
"Kami dorong Dinas PU agar pembangunan permanen segera dilakukan supaya banjir tidak berulang, baik di sini maupun titik rawan lain seperti belakang Kantor Pos, SP2, hingga Nawaripi," tegasnya.

Di lokasi yang sama, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika menerjunkan personel untuk mengevakuasi tumpukan sampah yang menyumbat aliran air. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Mimika, Rohdiana, mengungkapkan mayoritas sumbatan disebabkan oleh sampah botol plastik.
"Tugas utama kami sebenarnya pengangkutan, namun melihat kondisi darurat ini, personel langsung saya instruksikan membantu pembersihan," kata Rohdiana.
Sementara itu, Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, menyoroti kendala teknis di lapangan. Selain faktor sampah, ia menemukan banyak bangunan milik masyarakat dan pelaku usaha yang didirikan tepat di atas saluran drainase.
"Ini yang perlu kita koordinasikan dengan tim teknis lagi, karena bangunanya disini sudah sangat masif sekali, pembersihan seperti apapun klo tidak ditata dengan baik pasti akan banjir lagi,” ujar Merlyn.
Menutup aksi bersih-bersih, Darwin menambahkan, bahwa kedepan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR terkait penanganan masalah banjir agar dapat mengakomodir titik-titik yang rawan banjir.
Ia mengingatkan bahwa solusi infrastruktur dari pemerintah harus juga dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat seperti tidak membuang sampah sembarangan.
"Selanjutnya kami akan dorong agar program ini dapat di anggarkan agar semua wilayah bisa di cover agar masalah banjir ini bisa teratasi dengan baik,” pungkasnya. (Joe Situmorang)