Atasi Stunting, PASTI-Papua Pakai Agen Perubahan Lokal
Wahana Visi Indonesia (WVI) sebagai pelaksana program PASTI-Papua gelar pelatihan peningkatan  kapasitas agen perubahan lokal Mimika dan Asmat, Kamis (30/01/2025). Foto; Martha/ Papua60detik
Wahana Visi Indonesia (WVI) sebagai pelaksana program PASTI-Papua gelar pelatihan peningkatan kapasitas agen perubahan lokal Mimika dan Asmat, Kamis (30/01/2025). Foto; Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Wahana Visi Indonesia (WVI) sebagai pelaksana program PASTI-Papua gelar pelatihan peningkatan  kapasitas agen perubahan lokal Mimika dan Asmat, Kamis (30/01/2025).

Agen perubahan ini melibatkan para kepala kampung, tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan hingga perwakilan remaja. Mereka ditugasi menyampaikan pesan-pesan kunci mengenai pencegahan stunting, 

Senior Manager Program PASTI-Papua WVI, Julia Christie Sagala menyebut agen perubahan lokal ini berasal dari kampung-kampung dampingan. Di Kabupaten Mimika ada 10 kampung dan 1 kelurahan yang didampingi. Sementara Kabupaten Asmat ada 4 kampung dampingan.

PASTI-Papua melakukan pendekatan dan pendampingan bagi agen perubahan lokal yang berkomitmen mempromosikan kesehatan terkait stunting. Agen lokal diyakini lebih di percaya dan diterima oleh masyarakat ketika melakukan sosialisasi terkait stunting. 

Kata Julia, dengan agen lokal yang dipercaya oleh masyarakat dan bisa komunikasi dengan efektif kemudian dikapasitasi dengan informasi yang benar tentang stunting, pencegahannya akan membantu menyampaikan informasi akurat tentang stunting kepada masyarakat lokal. 

"Mereka ini nanti akan membantu untuk menyampaikan terkait tentang stunting. Kita berharap, dalam project ini mereka dapat melakukan advokasi dengan pemerintah daerah tingkat kampung sampai ke level Kabupaten," ujar Julia saat diwawancarai. 

Selain mensosialisasikan stunting, para agen lokal ini juga diharapkan memonitor program yang dialokasikan dari anggaran kampung untuk stunting. Mereka akan melakukan pengawasan apakah kegiatan-kegiatan untuk pencegahan stunting sudah dilakukan. Oleh karena itu, para agen lokal ini harus dibekali dengan pengetahuan apa itu stunting, bagaimana pencegahannya, dan juga bagaimana peningkatan status gizinya.

"Kita harapkan mereka bisa duduk bersama dengan pemerintah tingkat kampung, dengan begitu mereka bisa menyalurkan pengetahuan yang mereka miliki," kata Julia. 

Adapun pelatihan ini berlangsung dari 30 Januari hingga 2 Februari. Para agen lokal bukan hanya menerima materi tetapi akan melakukan praktik langsung di Tipuka bagaimana berkomunikasi kepada masyarakat. Kaya Yulia, selama ini, promosi kesehatan belum tersampaikan dengan baik. Misalnya, tenaga kesehatan memberikan informasi dengan bahasa ilmiah,  sementara masyarakat inginnya informasi itu disampaikan dengan lebih sederhana. 

"Misalnya saat tenaga kesehatan mengatakan stunting, masyarakat pasti bertanya-tanya stunting itu apa. Jadi, memang perlu komunikasi yang lebih efektif. Dan kalau masyarakat melihat ada anggota masyarakat yang ngomong, mungkin ini bisa lebih dipercaya karena ada di lingkungan tersebut tinggalnya," terang Julia. 

Tidak hanya sampai di pelatihan, WVI akan tetap mendampingi para agen lokal yang sudah dilatih untuk bisa mengetahui kendala apa yang ada di lapangan. Proyek PASTI-Papua ini akan berlangsung selama 3 tahun berakhir di tahun 2027 yang didukung oleh Kementerian Kesehatan dan salah satu donaturnya adalah PTFI. (Martha)