Awal Ramadan, Harga Cabai di Timika Tembus Rp150 Ribu
Cabai segar di Pasar Sentral Timika. Foto: Dok/Papua60detik
Cabai segar di Pasar Sentral Timika. Foto: Dok/Papua60detik

Papua60detik - Awal Ramadan di Kota Timika disambut dengan kenaikan harga cabai yang tembus Rp150 ribu per kilogram. Harga cabai mulai naik sejak lima hari terakhir dari Rp120 ribu.

Hasil penelusuran Papua60detik di Pasar Sentral Timika pada Senin (12/4/2021), para pedagang mengaku kenaikan harga terjadi karena hasil panen petani kurang.

“Jadi kami ambilnya memang sudah naik yah dari petani. Yang sebelumnya kita ambil Rp100 ribu, beberapa hari ini kita belinya Rp140 ribu. Jadi naik karena pengambilannya juga naik,” kata Zul seorang pedagang di Pasar Sentral.

Meski harga cabai melonjak, para pedagang yakin masyarakat akan tetap membelinya. Cabai kata pedagang, sudah jadi salah satu kebutuhan pokok.

Bagi pecinta makanan pedas, tak nikmat rasanya sajian tanpa cabai. Begitu pun bagi pemilik rumah makan, mau tak mau akan tetap membeli cabai untuk memuaskan pelanggan sekalipun harganya terus merangkak naik.

“Kan ada orang yang merasa belum lengkap rasanya jika tidak ada sambal,” tutur pedagang lain, Hasna.

Ia menyakini harga cabai akan terus merangkak naik hingga lebaran nanti.

“Pernah juga naik sampai Rp220 ribu. Tapi tetap laku, karena memang masyarakat butuh,” tuturnya.

Kenaikan harga bahan pokok utama di awal Ramadan ini hanya terjadi pada cabai saja. Lainnya masih normal seperti tomat Rp20 ribu, bawang merah Rp50 ribu dan bawang putih Rp40 ribu.

“Tapi kita tidak tahu untuk bawang merah ke depan apakah akan terap bertahan atau naik karena ini juga selalu naik,” tutup Hasna. (Anti Patabang)