Bank Papua Timika Bantu Kelompok Tani Yapareke Rp40 Juta
Papua60detik - Bank Papua cabang Timika melalui bantuan Corporate Social Responsibility (CSR), membantu Kelompok Tani Hutan Yapareke Kampung Pigapu, Mimika Papua senilai Rp40 Juta, Senin (3/10/2022). Penyerahan bantuan bertempat di Rumah Edukasi UMKM Bank Papua Jalan Yos Sudarso, Timika.
Kelapa Cabang Bank Papua Timika, Alexander Iwan menyerahkan bantuan CSR secara simbolis kepada Ketua Kelompoka Usaha Tani Yapareke disaksikan Kepala Cabang Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Maryana JE Hamadi.
Pada kesempatan itu Maryana JE Hamadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bank Papua yang sudah menjawab kebutuhan kelompok usaha tani binaan dinas Kehutanan dan lingkungan Hidup.
"Terima kasih Bank Papua yang sudah membuka diri dan menjalin kerja sama dengan Yapareke sehingga ke depannya kelompok usaha ini lebih maju dan mandiri demi keluarga dan masyarakat luas," ujar Maryana dalam sambutanya.
Dua kelompok binaan yang jadi binaan mereka yakni kelompok Tani Aimaperamo dan Yapareke dengan produk teh mangrove, steak mangrove dan abon ikan duri.
"Kebetulan kami bekerja sama dengan Yayasan Ekologi Sagu Lestari dan bank Papua untuk melakukan pembinana dan pembangun rumah produksi kelompok tani ini, dan diusulkan tahun 2021 lalu dan ini sudah terjawab," jelasnya.
Lanjut Maryana, Support dari Bank Papua bisa digunakan untuk mengembangkan produksi kelompok tani Yapareke.
"Produk ini berapa kali dipromosikan pada kegiatan PEDA, PENAS, dan PON papua lalu, bahkan ada yang memesan sendiri untuk konsumsi pribadi, maka kami koordinasi dengan Disperindag agar produk ini juga bisa dijual di Pasar Kuliner Timika," ujarnya.
Untuk produk sendiri saat ini sudah dipasarkan di ekowisata mangrove di Pomako dan sejumlah kios di Mapurujaya.
Sementara itu, Kepala Cabang Bank Papua, Alexander Iwan mengatakan pada prinsipnya bantuan CSR ini dikelola dari kantor pusat sehingga permohonan bantuan itu disampaikan ke kantor pusat kemudian dijawab maka kantor cabang menyalurkan kepada pihak yang membutuhkan.
"Saat ini untuk membuat atau mengelola produk itu membutuhkan anggaran dan tempat yang higienis, kami menilai bahwa ini merupakan usaha kreatif maka kami membantu," ujar Iwan. (Terry)