Batal Dimakamkan, Keluarga Putuskan Bakar Jenazah Korban di Kwamki Narama
Papua60detik — Rencana pemakaman korban pembunuhan di Jalam WR Supatman (Petrosea) berubah. Keluarga korban memilih melakukan pembakaran jenazah karena dipicu kekecewaan dan emosi yang masih memuncak di kalangan kerabat.
Kerabat korban, Awen Magai, mengaku telah berupaya menenangkan situasi sekaligus mendorong penyelesaian hukum terhadap pelaku. Namun, ada desakan dari pihak keluarga agar jenazah korban dibakar.
“Saya sudah berusaha mendamaikan dan meminta pelaku ditangkap. Tapi ada kekecewaan dari keluarga. Mereka minta satu kali aksi sebagai pelampiasan,” ujar Awen di Kwamki Narama, Selasa (31/3/2026).
Sementara itu, Pelaksana Harian Kapolsek Kwamki Narama, Ipda Adnan, menjelaskan bahwa awalnya korban direncanakan dimakamkan secara umum hari ini. Namun, setelah kedatangan keluarga dari Tembagapura, terjadi perubahan keputusan di internal keluarga.
“Memang sempat terjadi pro dan kontra. Sebagian keluarga menginginkan jenazah dibakar karena dianggap sebagai korban perang dari konflik yang terjadi sebelumnya,” jelas Adnan.
Ia menambahkan, rencana pembakaran jenazah sempat akan dilakukan pada malam hari. Namun, aparat keamanan mengarahkan agar ditunda hingga pagi hari (besok) dengan pertimbangan situasi kamtibmas.
“Kami sudah berupaya maksimal agar pembakaran tidak dilakukan dan tetap kembali ke rencana awal, yaitu pemakaman. Karena pengalaman yang ada, pembakaran jenazah sering memicu konflik lanjutan,” ujarnya.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih bersiaga penuh di lokasi guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan memastikan situasi tetap terkendali. (Eka)