Beberapa Wilayah di Papua Diperkirakan Masih Bergolak Tahun Depan
Ilustrasi senjata api
Ilustrasi senjata api
Papua60detik - Mencermati tren situasi keamanan sepanjang tahun ini, Polda Papua memperkirakan beberapa wilayah masih berpotensi konflik di tahun 2023. 

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan, potensi konflik itu salah satunya datang dari aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di beberapa wilayah yaitu Kabupaten Puncak, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Nduga, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Yahukimo.

Catatan Polda Papua, di tahun 2022 kasus menonjol yang melibatkan KKB sebenarnya mengalami penurunan dibanding 2021. Di tahun 2021 terjadi 106 kasus, turun jadi 90 kasus sampai akhir 2022.

Konflik tersebut terjadi di Kabupaten Yahukimo, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, Kabupaten Nduga, Pegunungan Bintang, Yalimo, Jayawijaya dan Kabupaten Kepulauan Yapen.

Dalam semua kasus itu, sebanyak 39 yang meninggal dunia dan 10 luka-luka dari pihak TNI-Polri dan warga sipil. Sementara dari KKB dilaporkan lima orang meninggal dunia.

“KKB masih menjadi ancaman yang menimbulkan ketakutan bagi warga masyarakat khususnya pendatang. Aparat keamanan tetap mengedepankan pendekatan kesejahteraan dalam penanganan KKB," kata Kapolda pada refleksi akhir tahun 2022 di Aula Rastra Samara Polda Papua, Rabu (28/12/2022).

Ia meminta pemerintah daerah, khususnya para bupati, SKPD dan DPRD diminta untuk tampil di depan agar masyarakat tidak merasa canggung terlibat dalam kegiatan Kepolisian. 

Polda Papua, katanya akan memaksimalkan upaya pendekatan yang lebih humanis, yang diharapkan bisa menjawab berbagai permasalahan yang selama ini kerap menjadi faktor pemicu terjadinya gangguan keamanan. (Burhan)