Belum Ada Pertemuan Lanjutan, Pemulangan Pengungsi Tiga Kampung Menggantung
Assisten 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika sekaligus Ketua Tim Pemulangan Pengungsi, Yulius Sasarari. Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik
Assisten 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika sekaligus Ketua Tim Pemulangan Pengungsi, Yulius Sasarari. Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik

Papua60detik - Nasib pengungsi tiga kampung; Banti 1, Banti 2 dan Opitawak di Distrik Tembagapura belum juga menemui titik terang. Pasalnya pertemuan lanjutan untuk membahas kepulangan mereka ke kampung halaman belum juga terjadi.

Assisten 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika sekaligus Ketua Tim Pemulangan, Yulius Sasarari mengatakan, jangankan melakukan pertemua, merencanakannya saja belum.

 "Terakhir evaluasi saat di Kantor DPRD Mimika beberapa waktu lalu, soal pertemuan lanjutan sampai saat ini belum ada," ujarnya saat ditemui wartawan di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (4/1/2021).

Ia mengaku dirinya sudah melaporkan Bupati Mimika tentang hasil pertemuan di DPRD. Terkait tindak lanjut menurutnya semua kembali kepada pimpinan daerah.

"Terkait kapan pertemuan lanjutan, semua terkait pimpinan daerah. Saya hanya melaksanakan tugas yang diberikan saja," ujarnya.

Senada Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika, Sem Naroba mengatakan rencana Pemkab untuk memulangkan pengungsi sesuai dengan keputusan memang akan dilaksanakan pada Januari 2021.

"Rencana pemerintah memang Januari ini dipulangkan tetapi belum ada pertemuan kembali antara anggota dewan, Pemkab dengan PT Freeport," jelasnya selaku salah satu tim peninjau.

Tim pemulangan pengungsi sudah mensurvey langsung keadaan di tiga kampung tersebut pada Sabtu (19/12/2020). Hasilnya, kondisi rumah dan fasilitas dasar lain perlu perbaikan.

Berikut rincian kerusakan rumah di Kampung, Banti I,  total rumah 83, rumah dengan jumlah rumah rusak total 18, perlu renovasi 65. Kampung Banti II total rumah 110, jumlah rusak total 3 unit, rumah perlu renovasi 107. Kemudian di Opitawak total rumah 75, dengan jumlah rusak total 2, dan perlu renovasi 73. Selain perumahan tim juga mendata kekurangan lain yakni air bersih dan listrik.

Keputusan pada akhirnya dikembalikan kepada masyarakat dan mereka bersikeras difasilitasi kembali ke kampung halamannya usai Natal dan Tahun Baru. (Fachruddin Aji)