Belum Diseriusi, Kasus Kekerasan Anak Terus Naik
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob pada sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak, Kamis (9/9/2021) di Hotel Serayu Timika.  Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob pada sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak, Kamis (9/9/2021) di Hotel Serayu Timika. Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Angka kekerasan terhadap anak di Kabupaten Mimika tak kunjung turun.

Di tahun ini saja, dari Januari sampai Agustus Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindunagn Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) Mimika mencatat sudah ada 20 kasus kekerasan terhadap anak dari 32 kasus kekerasan yang mereka tangani.

Kasus ini kata Koordinator P2TP2A Mimika, Andarias menagatakan, pelaku kekerasan seksual terhadap anak kebanyakan orang terdekat korban.

Sebab itu ia meminta agar orang tua khususnya ibu lebih waspada dan selalu mengawasi aktivitas keseharian anak.

“Semoga orang tua waspada terhadap anak, terutama anak-anak perempuan itu harus perlu diawasi dengan baik,” pesannya saat ditemui di Hotel Serayu, Kamis (9/9/2021).

Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan dalam menangani persoalan ini, butuh perhatian serius kerja sama dari lintas sektor.

“Jadi ini bukan hanya tanggung jawab DP3P2KB, semua punya peran,” katanya.

Ia mengatakan para korban ini butuh perhatian, pendampingan sampai mereka benar-benar bisa menjalani aktivitas seperti dulu.

Ia menginginkan, Mimika membangun klinik psikiater atau psikolog agar para korban bisa langsung ditangani di klinik tersebut.

“Kita akan dorong ini juga karena ini sangat penting,” tutupnya. (Anti Patabang)