Berhasil Dievakuasi, Kru Kalimas 4 Mengaku Sempat Makan Gabus dan Kayu Lapuk
Enam kru KM Kalimas 4 dievakuasi ke Kapal Basarnas usai diselamatkan nelayan, Jumat (17/12/2021). Foto: Humas SAR Timika
Enam kru KM Kalimas 4 dievakuasi ke Kapal Basarnas usai diselamatkan nelayan, Jumat (17/12/2021). Foto: Humas SAR Timika

Papua60detik - Setelah diselamatkan nelayan KMN Hasil Tuna dengan jarak kurang lebih 40 NM sebelah Tenggara Muara Asmat, enam kru KM Kalimas 4 akhirnya berhasil dievakuasi ke Timika, Jumat (17/12/2021) sekitar pukul 05.30 WIT. 

Keenam korban yang terdiri atas Capt kapal Ansar dan para ABK yakni Ruslan, Supliansyah, Nikmat, Haswan, Mirzan pun dibawa ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika untuk beristirahat sementara dan memberikan keterangan kronologis kejadian hilang kontaknya kapal yang mengangkut BBM PLN Asmat pada Minggu (12/12/2021) lalu itu.

Terlihat, para korban dalam kondisi masih trauma dengan kulit yang terkelupas akibat terapung di laut lepas. 

Mewakili rekan-rekannya, Ansar mengucap syukur bisa pulang dalam kondisi selamat.

Berbagai upaya khususnya meminta pertolongan kepada Tuhan selalu ia tekankan selaku kapten kepada kelima ABK.

Bermodalkan gabus dan jerigen, para korban inipun merakitnya sebagai alat apung untuk bertahan hingga ditemukan oleh nelayan. 

"Selama itu kami bertahan dengan memakan kayu lapuk dan gabus yang tersisa. Kami saling menguatkan dan mengingat Tuhan adalah sebaik-baiknya penolong. Alhamdulillah kita semua selamat," ujar warga asal Majene ini. 

Ia menjelaskan, kapal yang dikendarainya itu memuat sekitar 150 ton BBM untuk PLN Asmat yang direncanakan tiba pada pukul 17.00 WIT atau 12 jam setelah keberangkatan dari Mimika. 

Namun, pada pukul sekitar 15.00 WIT, ombak setinggi 4 meter langsung menghantam kapal kayu fiber ini. 

"Kapal (langsung) miring terus mati. Empat tanki (BBM) yang di depan itu terhambur. Sisanya tenggelam dengan kapal," ujarnya. 

Dengan ditemukannya keenam korban, operasi SAR terhadap KM Kalimas 4 pun diusulkan ditutup. 

"Dengan ditemukannya seluruh korban, maka seluruh rangkaian operasi SAR kami akan usulkan ditutup. Kami menyerahkan kepada keluarga dan perusahaan dalam keadaan selamat," Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika George LM Randang. (Salmawati Bakri)