Betapa Dimanjakannya Petani Padi di Mimika
Para petani padi di Kampung Mulya Kencana Distrik Iwaka memanen padi, Senin (17/5/2021).. Foto: Fachruddin Aji
Para petani padi di Kampung Mulya Kencana Distrik Iwaka memanen padi, Senin (17/5/2021).. Foto: Fachruddin Aji

Papua60detik - Kelompok Tani Karya Makarti Mandiri di Kampung Mulya Kencana SP7 Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika terus mengembangkan usaha pertanian dengan menanam pelbagai jenis padi.

Saat ini mereka sedang mengembangkan jenis padi inpari (IR) nutri zinc, IR 43, IR 32 dan IR 7.

"Kalau IR nutri zinc ini yang sedang kami kembangkan di sini karena beberapa jenis sudah kami kembangkan. Kami akan terus mencoba dengan jenis padi sampai menghasilkan hasil yang lebih bagus dan cocok dengan cuaca serta bertahan dari hama," terang Ketua Kelompok Tani Karya Makarti Mandiri Norbertus, Senin (17/5/2021).

Pengalamannya, hasil panen selalu bergantung pada cuaca. Jika cuaca atau curah hujan ideal buat persawahan, panen padi bisa melampaui ekspektasi para petani.

"Kita sekarang kelola 3 hektare lebih, dan sekali panen mencapai 2 sampai 3 ton. Hasilnya kita bisa konsumsi sendiri dan selebihnya kita jual. Rencananya akan dibuka lagi (persawahan) sebesar 200 hektare, " katanya.

Petani padi di Mimika terbilang dimanjakan penerintah. Kelompok Tani Karya Makarti Mandiri misalnya, mendapatkan dukungan penuh dari Pemkab Mimika melalui dinas teknis berupa, bibit, pupuk, mesin perontok padi, penggiling padi, mesin tanam padi dan mesin potong padi.

Bahkan kata penyuluh pertanian Distrik Iwaka,  Kibar menambahkan segala mesin keperluan petani padi telah disediakan oleh pemerintah. Beberapa peralatab seperti mesin tanam padi dan mesin bajak belum difungsikan lantaran medan kurang memungkinkan.

"Mesin traktor atau bajak itu kita juga dapat namun medan kurang mendukung susah bawa ke lahannya, kalau mesin tanam kita pikir terlalu ribet sehingga kita lebih memilih tanam manual saja," katanya.

Selain cuaca, menurutnya masalah yang dihadapi petani padi saat ini adalah hama.

"Kita diberikan pestisida juga dari dinas teknis tapi tidak mempan. Akhirnya petani secara mandiri cari yang lebih bagus," jelasnya.

Sebagai catatan, makanan pokok warga lokal Mimika bukan padi. Sagu adalah makanan pokok warga di wilayah pesisir. Sementara di wilayah pegunungan makanan pokok warga adalah jenis umbi-umbian, di Timika disebut petatas. (Fachruddin Aji)