BGN Copot Kepala SPPG di Jayapura Usai Kasus Keracunan MBG
Kepala BGN Sudaryono (tiga dari kanan) dalam rapat koordinasi tentang refocusing penerima MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). (ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.)
Kepala BGN Sudaryono (tiga dari kanan) dalam rapat koordinasi tentang refocusing penerima MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). (ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.)

Papua60detik - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan telah mencopot kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) usai insiden keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.

"Sudah, sudah kita copot," katanya ditemui usai rapat koordinasi refocusing penerima MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026) seperti dilansir ANTARA.

Ia menegaskan, BGN juga telah mengirimkan tim untuk menginvestigasi kasus keracunan tersebut dan menemukan bahwa waktu memasak di SPPG tersebut terlalu dini, sehingga makanan didistribusikan pada siswa terlalu lama dari waktu memasak.

Sebelumnya dilaporkan bahwa sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG pada Rabu 5 Agustus.

Sudaryono menegaskan, kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) di seluruh SPPG menjadi kunci keamanan pangan Program MBG.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas hasil evaluasi terhadap sejumlah insiden keamanan pangan yang terjadi dalam pelaksanaan program.

Sudaryono memastikan laporan dugaan keracunan selalu ditindaklanjuti melalui penghentian sementara operasional (suspend) SPPG terkait, pengujian sampel makanan, dan investigasi guna mengetahui penyebabnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri Wopari, mengatakan penanganan korban keracunan makanan di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, mulai menunjukkan perkembangan positif memasuki hari ketiga pascakejadian.

Menurutnya, berdasarkan perkembangan epidemiologi, jumlah kasus baru terus menurun dan kondisi sebagian besar pasien yang masih menjalani perawatan berangsur membaik.

"Kasus-kasus akut sudah jauh berkurang dibandingkan hari pertama dan kedua. Penambahan kasus baru juga sudah sangat menurun, bahkan hingga siang ini belum ada laporan kasus baru," katanya. ,(Redaksi)