Biaya Pesparawi Tidak Bebani APBD Seluruhnya
Papua60detik - Anggaran penyelenggaraan Pesta Panduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII Mimika tidak seluruhnya menjadi beban Pemerintah Kabupaten Mimika.
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob selaku Ketua Panitia Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII se-Provinsi Papua menegaskan, soal anggaran juga menjadi tanggung jawab Provinsi Papua, pemerintah pusat, dibantu para sponsor. Panitia hanya menggunakan dana hibah untuk operasional.
“Pemerintah pusat kita mencoba meminta bantuan kepada Kementerian Agama, Provinsi menanggung penginapan juri dan pembayaran royalti lagu. Sementara konsumsi peserta itu tanggung jawab masing- masing kontingen termasuk transportasi dari tempat awal ke Timika," katanya, Kamis (20/5/2021).
Panitia termasuk membantu transportasi peserta selama berada di Timika termasuk konsumsi panitia juga konsumsi pembukaan dan penutupan. Fasilitas akomodasi para peserta juga jadi tanggung jawab panitia.
Sejauh ini kata John, semua tempat penginapan peserta sementara dalam proses rehab yang dikerjakan oleh dinas teknis. Biayanya telah dianggarkan dalam kegiatan atau program OPD teknis.
“Peserta yang akan mengikuti Pesparawi ini telah berkurang karena untuk pelaksanaan Pesparawi tahun ini hanya diikuti oleh Provinsi Papua. Prediksi kita peserta yang hadir hanya sekitar 2.000 orang. Kontingen ini kita belum ketahui pasti apakah akan datang semua atau tidak karena yang menyatakan untuk hadir itu baru 24 kontingen dan ini juga berpengaruh kepada anggaran yang akan dipersiapkan,” terangnya.
John menjelaskan, kesiapan pelaksanaan Pesparawi dari soal teknis, sumber daya manusia (SDM), bidang organisasi serta koordinasi antara bidang sudah berjalan dan hanya menyisakan finalisasi.
“Kalau anggaran, pada prinsipnya kita siapkan dulu progam kerjanya selanjutnya baru kita rasionalisasikan kegiatan dan anggarannya. Target kita akhir bulan Mei semua kegiatan sudah disesuaikan," jelasnya. (Fachruddin Aji)