BKPSDM Papua Tengah Umumkan Kelulusan Bimbel Kedinasan 2025/2026
Papua60detik - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Tengah merilis hasil seleksi verifikasi administrasi peserta Bimbingan Belajar (Bimbel) Persiapan Seleksi Sekolah Kedinasan Tahun Anggaran 2025/2026.
Program tersebut menjadi langkah serius Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus memperbesar representasi Putra-Putri Orang Asli Papua (OAP) di lembaga kedinasan Nasional.
Pengumuman tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor: 800.1.1.1/95/BKPSDM yang menetapkan ratusan peserta dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan lanjutan berupa program bimbingan belajar intensif.
Program ini dipandang sebagai salah satu upaya penting pemerintah daerah untuk membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda Papua agar mampu bersaing dalam seleksi sekolah kedinasan yang selama ini dikenal ketat dan kompetitif di tingkat nasional.
Kepala BKPSDM Provinsi Papua Tengah, Denci Meri Nawipa, menegaskan seluruh peserta yang dinyatakan lolos wajib mengikuti apel kesiapan dan pengarahan perdana sebagai bagian dari awal rangkaian pembinaan.
Apel dijadwalkan berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026, pukul 09.00 WIT hingga selesai, bertempat di halaman Kantor BKPSDM Provinsi Papua Tengah, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Morgo, Distrik Nabire.
Seluruh peserta diwajibkan hadir menggunakan pakaian formal hitam-putih, yakni kemeja putih polos dipadukan dengan celana atau rok hitam sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia.
“Agenda ini bersifat wajib bagi seluruh peserta guna penyamaan persepsi teknis dan pengenalan instrumen pembelajaran selama masa bimbel berlangsung,” demikian keterangan resmi BKPSDM yang diterima redaksi.
BKPSDM menegaskan bahwa program bimbingan belajar tersebut bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menyiapkan kader-kader muda Papua Tengah yang disiplin, kompetitif, dan siap menembus berbagai institusi kedinasan negara.
Ratusan peserta yang dinyatakan lolos berasal dari berbagai sekolah di wilayah Papua Tengah maupun luar daerah, mulai dari SMA Negeri, sekolah keagamaan, sekolah asrama, hingga sekolah unggulan nasional. Mereka merupakan representasi generasi muda Papua yang dipersiapkan menjadi calon aparatur masa depan.
Beberapa nama peserta yang tercatat lolos di antaranya Susan Mayai dari SMA Negeri 1 Nabire, Stanislaus Gadabi Badii dari SMAK Aweidabi Deiyai, Pelipus Butu dari SMA YPK Tabernakel, Lince Febiola Woyaa dari SMA Negeri 3, hingga Jekson Wonda dari SMA Negeri 1 Ilaga.
Daftar peserta juga diperkuat oleh nama-nama lain seperti Willyam Calvin Bagubau dari SMA Presiden 2 Banten, Delila Mayangsari Kogoya Enungga dari SMA Papua Harapan Jayapura, Roy Bendikson Kudiai dari SMA Negeri 1 Nabire, serta Yulius Degei dari SMA Presiden 2 Boarding School.
Selain itu, terdapat pula peserta dari berbagai wilayah pegunungan dan pesisir Papua Tengah seperti Mulia, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Sugapa, Ilaga, Nabire, Mimika, hingga Puncak Jaya yang dinyatakan berhasil melewati tahapan verifikasi administrasi.
Dominasi peserta dari sekolah-sekolah di daerah pedalaman menunjukkan meningkatnya antusiasme generasi muda Papua dalam mengejar peluang pendidikan kedinasan dan memperjuangkan masa depan melalui jalur pendidikan formal yang kompetitif.
Program ini juga dinilai menjadi simbol penting keberpihakan pemerintah terhadap peningkatan kapasitas anak-anak asli Papua di tengah tantangan pendidikan, keterbatasan akses, serta persaingan nasional yang semakin ketat.
BKPSDM berharap seluruh peserta yang telah dinyatakan lolos dapat mengikuti seluruh tahapan pembinaan secara disiplin, serius, dan konsisten agar mampu bersaing dalam seleksi sekolah kedinasan tingkat nasional.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan bahwa investasi terbesar daerah ke depan bukan hanya pembangunan fisik semata, tetapi juga pembangunan kualitas manusia Papua yang unggul, berintegritas, dan siap memimpin masa depan daerahnya sendiri. (Elia Douw)