BMKG Timika Waspadai Kabut Asap Kebakaran Hutan dari Merauke
Papua60detik - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Timika sedang mewaspadai munculnya kabut dari pemanasan yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)
Potensi Karhutla paling dekat adalah Kabupaten Merauke. Forecaster BMKG Timika Aji Supraptaji mengatakan peluang terjadinya Karhutla dari September hingga Januari 2024. Kondisinya diperburuk Fenomena El Nino.
Aji Supraptaji mengatakan, hotspot atau atau titik panas di permukaan kini selalu dipantau oleh satelit polar (NOAA20, S-NPP, TERRA dan AQUA) menggunakan sensor VIIRS dan MODIS.
Satelit ini mampu memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami kebakaran hutan dengan mendeteksi anomali suhu.
"Karena ini kan masih terjadi El Nino. Kita lagi-lagi pantau apakah kabut yang sekarang ini faktor dari hotspot di Merauke yang terbawa angin hingga ke Timika," katanya.
"Tahun 2015 bandara sampai tutup satu minggu karena asap. Nah itu dari luar ke sini (Timika) dibawa angin. Kebetulan anginnya ke sini," lanjutnya.
Menurut Aji, jika hasil observasi satelit tingkat atau ranknya sudah berada di atas delapan, maka sudah harus diantisipasi.
Diberitakan sebelumnya, Forecaster BMKG Tanah Miring Merauke, Lelan Herlina mengatakan, puncak musim kemarau terjadi pada Agustus dan September.
Hotspot di wilayah Merauke sebutnya, berada di sekitar Distrik Okaba, Distrik Sota dan Distrik Kimam. Data ini diupdate pada 8 Agustus 2023.
Pj Gubernur Apolo Safanpo juga telah mengimbau warga tidak membakar lahan maupun hutan dengan tujuan apapun. Selain berisiko menyebabkan bencana, Karhutla juga membahayakan keselamatan keaneka ragaman hayati. (Eka)