BPS Puncak Gelar Pelatihan Regsosek Gelombang Pertama
Papua60detik - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Puncak, Selasa (11/01/2022), mengelar pelatihan bagi petugas pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Tahun 2022 gelombang pertama bertempat di Mandala Room, Horison Ultima.
Sebanyak 41 petugas dari 5 Distrik yang dianggap rawan dari sisi keamanan di Kabupaten Puncak yakni Distrik Agandugume, Distrik Amungkalpia, Distrik Oneri, Distrik Yugumuak dan Distrik Lambewi, berlangsung selama dua hari.
Kepala BPS Kabupaten Puncak Arif Setiawan mengatakan, selain faktor keamanan yang tidak mendukung, faktor komunikasi dan transportasi juga diketahui menjadi kendala di wilayah tersebut sehingga membutuhkan waktu yang tak singkat untuk melaksanakan pelatihan Regsosek.
“Kami agak terlambat melaksanakan ini karena memang kondisi keamanan di Kabupaten Puncak beserta dengan koordinasi dengan teman-teman dari desa ini agak susah sehingga kita harus hubungi kepala distriknya, kepala distriknya menghubungi kepala desanya, kepala desanya menghubungi petugas masing-masing,” terang Arif.
Ia mengatakan, para petugas yang mengikuti pelaksanaan pelatihan di Mimika adalah para peserta dari distrik yang dinyatakan tidak aman alias tak ada jaminan keamanan di 5 distrik tersebut.
Sementara untuk beberapa distrik lainnya yang menurut informasi tergolong aman, selanjutnya akan didatangi untuk dilakukan pelatihan pekan depan.
“Untuk beberapa distrik lainnya yang kondisi distriknya aman itu Sinak, Beoga dan Doufo dan beberapa distrik pecahannya nanti akan kita laksanakan Minggu depan, untuk Distrik Ilaga dan Gome kita masih tunggu kepastian dari Pemda (Kabupaten Puncak),” ujar Arif.
Sementara itu, pelatihan Regsosek yang dilaksanakan BPS Kabupaten Puncak ini kata Arif lebih menyasar pada pendataan pembentukan database keluarga miskin di Indonesia sesuai dengan permintaan Presiden RI, Ir. Joko Widodo. Nantinya akan ada kebijakan yang diaplikasikan untuk keluarga miskin maka databasenya akan tercapai.
“Jadi tidak ada hubungan dengan BLT, kami hanya melakukan pendataan masyarakat miskin itu sesuai permintaan Presiden,” ujarnya. (Terry)