Brida Hadir di MPP, Siap Dampingi Peneliti Hingga Bantu Urus HKI
Brida Membuka pelayanan di MPP, foto: Martha/ Papua60detik
Brida Membuka pelayanan di MPP, foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Kabupaten Mimika membentuk satu OPD baru yaitu Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). Badan ini dimaksudkan untuk dan mendorong inovasi mendukung pembangunan daerah.

Per Selasa, (27/01/2026). Brida resmi bergabung di dalam Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk mendekatkan layanan inovasi kepada masyarakat Mimika. Salah satu layanan yang dibuka dan bisa diakses oleh umum adalah Sistem Informasi Inovasi Daerah Kabupaten Mimika (SIRIDAKAMI) yang sebelumnya telah disiapkan oleh Bappeda.

Plt Kepada Brida, Slamet Sutejo menjelaskan di banyak daerah, Brida bergabung dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Namun di Mimika, Brida berdiri sendiri sebagai penekanan Mimika ingin menjadi daerah inovatif untuk menjawab kebutuhan masyarakat. 

"Kita akan terus mendorong agar inovasi-inovasi yang lahir di kabupaten Mimika benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat mimika dan juga bisa diadopsi, bisa diterapkan di daerah lain," ujar Slamet saat diwawancarai, Selasa (27/01/2026). 

Brida Mimika juga membuka layanan pendampingan penelitian bagi mahasiswa dan peneliti, baik jenjang S1 maupun S2, termasuk penyediaan data yang dibutuhkan untuk penulisan skripsi dan tesis.

Selain itu, layanan lain yang dinilai sangat penting adalah menyediakan fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi inovasi OPD, instansi vertikal, maupun masyarakat.

"Kita membantu masyarakat Mimika yang punya inovasi untuk didaftarkan hak kekayaan intelektualnya. Ini penting sekali, selama ini kita masih terpisah-pisah dan kita coba kolaborasika di dalam MPP," tambahnya. 

Sejauh ini, Brida mencatat 74 inovasi yang telah terdata dalam SIRIDAKAMI. Ke depan, Brida membuka peluang luas bagi pengembangan inovasi hingga ke sekolah-sekolah, media, dan komunitas masyarakat. Ia berharap, inovasi yang hadir bukan sekadar terdaftar, tetapi bisa berkelanjutan pemanfaatannya. 

"Kita harus bisa kontinu dan kemanfaatannya ini akan terus berkesinambungan sampai bisa 5 tahun 10 tahun. Itu yang kita harapkan, sehingga bukan hanya lahir sekejap tiba-tiba besok mati," pungkasnya. 

Dengan bergabungnya Brida, kini sudah 35 layanan yang tersedia di MPP, terdiri dari layanan OPD, layanan instansi vertikal, dan layanan BUMN dan BUMD. (Martha)