Buntut Dugaan Malapraktik, Solidaritas Peduli Kandungan Mama Papua Doa Lepas Pengampunan di DPRD Mimika
Solidaritas Peduli Kandungan Mama Papua menyampaikan aspirasi di Kantor DPRD Mimika, Jumat (10/12/2021). Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik
Solidaritas Peduli Kandungan Mama Papua menyampaikan aspirasi di Kantor DPRD Mimika, Jumat (10/12/2021). Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik

Papua60detik – Solidaritas Peduli Kandungan Mama Papua menggelar aksi doa lepas pengampunan di Kantor DPRD Mimika, Jumat (10/12/2021). Aksi tersebut sebagai ungkapan duka atas meninggalnya Pdt Alberta Pakage di RSMM yang diduga menjadi korban malapraktik pada operasi caesar di RSMM.

Sebelum ke DPRD, massa konvoi dari Gereja Kingmi Jemaat Bahtera Kwamki Baru.

Usai doa bersama, ratusan mama Papua itu pun menyampaikan sejumlah aspirasi kepada anggota dewan melalui surat gembala yang dibacakan Pdt Deserius Adii selaku penanggung jawab aksi. 

Di spanduk mereka menulis, “Tolonglah Mama Papua, selamatkan produk Manusia Papua dan menangkan pabrik generasi penerus Bangsa”.

“Bahwa keluarga menyepakati melepaskan doa pengampunan kepada pihak yang melakukan tindakan operasi yang mengakibatkan mama Pendeta A Pakage seperti yang diajarkan Tuhan Yesus Kristus Lukas, 23:34 Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat,” ujar Adii.

Atas kondisi itu, sebagai gembala umat, ia meminta kepada pihak Keuskupan Timika dan Yayasan Caritas mengevaluasi total pelayanan kesehatan di RSMM.

DPRD Mimika pun diminta menggelar Sidang Dengar Pendapat Rakyat tentang pelayanan kesehatan di Kabupaten Mimika dan mengundang pihak-pihak terkait untuk mendengar pendapat tentang pelayanan kesehatan.

“Sebagai Gembala Umat kami memohon kepada tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda membentuk tim untuk menyikapi semua situasi sosial masyarakat yang terjadi di sekitar kita,” katanya. (Salmawati Bakri)