Bupati Sebut Database OAP Jadi Penentu Keberpihakan Kebijakan
Papua60detik - Kabupaten Mimika memprioritaskan pencatatan database penduduk terutama database Orang Asli Papua (OAP).
Hal itu disampaikan oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob pada Rakorda se-Tanah Papua, Kamis (31/07/2025).
Baca Juga: Pemkab Mimika Berlakukan WFH Setiap Jumat
Sebagai kabupaten heterogen serta topografi yang beragam, menjadi tantangan tersendiri Pemkab Mimika dalam melakukan pendataan, khususnya data OAP yang tinggal di pegunungan dan pesisir.
Namun, Bupati mengatakan pemerintah selalu berupaya melakukan pendataan dengan membuat inovasi baru melalui OPD terkait. Disdukcapil punya inovasi Lala Pu Kaka (Lahir Langsung Punya Kartu Keluarga).
"Ini satu inovasi yang kita buat dan program ini kita lakukan dengan benar. Petugas Disdukcapil di Mimika ini ada di semua rumah sakit. Mudah-mudahan, suster-suster itu sendiri lama-lama bisa jadi petugas Disdukcapil, kurang lebih seperti itu. Itu salah satu cara," ujar John Rettob.
Selain itu, petugas Disdukcapil juga melakukan pendataan dengan jemput bola, mendatangi gunung hingga pantai.
Berdasarkan data terbaru yang tercatat di Disdukcapil, sekitar 171 ribu Orang Asli Papua dari 318 ribu jiwa jumlah penduduk kabupaten Mimika secara keseluruhan. Dengan luas wilayah 21.000 Km², terdapat dua suku besar di Mimika yaitu Kamoro.
"Kurang lebih di wilayah ini hidup 318 orang yang punya KTP, yang tidak punya KTP mungkin ada juga. Oleh karena itu, kami akan terus berusaha menaikkan kepemilikan KTP di Kabupaten Mimika," pungkasnya.
John Rettob pun menyatakan komitmennya, bahwa pencatatan data setiap warga yang valid dan akurat menjadi prioritas pemerintah, khususnya data OAP. Menurutnya data OAP penting dan menentukan keberpihakan kebijakan dan afirmasi. (Martha)