Covid-19 Meningkat, Pemkab Merauke Siapkan Pembatasan Sosial
Ilustrasi pembatasan sosial. Foto: Dok/ Papua60detik
Ilustrasi pembatasan sosial. Foto: Dok/ Papua60detik

Papua60detik - Pemerintah Kabupaten Merauke, Papua bakal memberlakukan pembatasan sosial dalam waktu dekat, mengingat kasus Covid-19 di wilayah tersebut alami peningkatan signifikan dalam sepekan terakhir. 

Kepala BPKAD Merauke, Elias Mite yang ditunjuk Bupati Romanus Mbaraka untuk memimpin rapat terkait covid bersama para muspida, mengatakan bahwa pembatasan sosial mulai diterapkan jika sampel puluhan pasien covid menunjukkan hasil varian omicron. 

"Sampel 43 orang dengan covid telah dikirm ke Jayapura. Kita masih menunggu hasil uji laboratoriumnya," kata Elias usai rapat, Selasa (8/2/2022). 

Meski ada temuan puluhan kasus di awal tahun ini, kata Elias, pemerintah daerah setempat belum menetapkan status siaga. 

"Belum ada penerapan level, kita masih tunggu hasil laboratorium. Jika sudah keluar hasilnya, baru diambil kebijakan. Tapi untuk social distancing (pembatasan sosial) itu sudah pasti diterapkan," kata dia. 

Elias mengungkapkan, pemerintah daerah setempat akan membentuk kembali satuan gugus tugas Covid-19, menyusul ditemukan puluhan kasus pada awal tahun ini. 

"Dalam rapat tadi disepakati untuk mengaktifkan kembali Satgas Covid, lalu dilakukan penertiban prokes untuk menekan penyebaran virus," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Merauke, dr Nevile Muskita menyebut kasus covid 19 di Merauke per Selasa (8/2/2022) sebanyak 70 kasus, 2 pasien di antaranya meninggal dunia. 

"Kemarin 43 kasus, hari ini tambah lagi 27 kasus. Saya baru mau update," sebut Nevile ketika dihubungi Papua60detik melalui telpon. 

Dikatakan, sebagian besar pasien Covid di Merauke menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing. 

Guna menekan penyebaran kasus, Dinkes Merauke melakukan upaya preventif dengan melakukan testing, tracing dan treatment.

"Dari sisi masyarakat tentunya mereka harus mematuhi protokol kesehatan, terutama pakai masker dan juga mau divaksin," ujarnya. (Eman Riberu)