Curah Hujan Tinggi, Harga Cabai di Timika Capai Rp120 Ribu Sekilo
Papua60detik – Harga Cabai di Pasar Sentral Mimika terpantau sudah capai Rp120 per kilogram. Harga itu naik dari yang sebelumnya Rp100 per kilogram.
Beberapa pedagang menyebut, tingginya harga cabai disebabkan cuaca ekstrem yang bikin banyak petani gagal panen. Akibatnya, terjadi kekosongan stok cabai di pasaran saat permintaan pasar sedang naik.
Baca Juga: Bupati Imbau Warga Tak Panic Buying LPG
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Petrus Pali Ambaa mengonfirmasi, kenaikan harga cabai saat ini disebabkan curah hujan tinggi.
Menurut Petrus, biasanya saat permintaan pasar sedang tinggi, ketersediaan stok cabe justru terbatas. Kenaikan harga cabai, juga menjadi salah satu penyebab tingginya inflasi di wilayah Kabupaten Mimika.
"Curah hujan yang tinggi sangat berpengaruh pada harga cabai di Timika. Biasanya langsung naik harga," ujar Petrus saat diwawancarai, Rabu (13/08/2025).
Bukan hanya cabai, beras juga kerap mengalami kenaikan harga. Berdasarkan pengakuan distributor, harga beras sering kali naik karena harga beras dari daerah asal mengalami kenaikan.
Oleh karena itu, untuk menekan tingginya harga di pasaran, khususunya cabai dan beras yang sering alami kenaikan harga, Disperindag biasanya melaksanakan operasi pangan murah.
“Yang bisa kita laksanakan adalah pasar murah untuk bisa mengimbangi itu. Upaya ini juga sangat efektif untuk menekan laju inflasi di Mimika," terangnya. (Martha)