Curah Hujan Tinggi, Harga Sayuran Ikut Meninggi
Papua60detik - Dalam tiga pekan terakhir ini, harga komoditi bubu dapur dan sayuran di Pasar Sentral Timika terbilang cukup tinggi.
Berdasarkan pantauan Papua60detik.id di Pasar Sentral Timika pada Senin (31/7/2023), beberapa jenis sayuran di sebagian lapak para pedagang tampak kosong.
Saat ini seperti bawang merah berada di Rp55 ribu per kilogram. Harganya sama dengan bawang putih yang sebelumnya sempat mengalami kekosongan.
Sementara harga tomat mencapai Rp45 ribu per kilogram, cabe rawit masih bertahan di harga Rp110 ribu per kilogram.
Sementara sayuran hijau seperti buncis, sayur kol, berada di kisaran Rp30 ribu.
"Sawi hijau per kilogram Rp22 ribu, kalau bayam Rp25 ribu yang satu ikat besar, yang mahal itu kangkung satu ikat kecil Rp6 ribu," ujar salah satu pedagang, Eche saat ditemui di lapaknya.
Menurut Eche, kenaikan harga terjadi karena cuaca. Saat curah hujan tinggi, bisa dipastikan harga sayuran pun ikut meninggi.
eperti ini sudah menjadi biasa jika saat musim hujan sudah dipastikan sayuran pun ikut mahal.
"Semua sayuran naik semua, pokoknya mahal semua barang-barang ini sekarang. Karena ini musim hujan jadi," ungkapnya.
Apalagi Eche hanya mengandalkan sayuran dari lokal yang menurutnya mampu bertahan lebih lama dibandingkan komoditi kiriman meski harga dari luar sedikit lebih murah. Keadaan seperti itu katanya sudah berlangsung selama tiga pekan.
"Ini tomat kalau dari kiriman harganya 30 ribu beda dengan yang lokal 40 ribu tapi bagus bisa bertahan lama. Jadi barang ini semua mahal apalagi kangkung dua hari lalu sampai 20 ribu itu hanya dapat 3 ikat kecil," jelasnya.
"Kol juga sama bawang putih sempat kosong 2 hari ini, dan sekarang ada tapi ya mahal harganya," lanjutnya.
Namun demikian, pada saat harga barang mahal di Pasar Sentral saat ini, justru pendapatannya naik dibandingkan pada saat-saat sebelumnya.
"Sudah satu minggu ini lumayan pendapatan, ya biar harga mahal, tapi orang belanja ke pasar ini juga lumayan," pungkasnya. (Eka)