Curah Hujan Tinggi & Tanah Asam, Distanbun Mimika Ngotot Kembangkan Bawang Merah
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanbun) Mimika, Abdul Haris Sudharmono,  foto: Martha/Papua60detik
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanbun) Mimika, Abdul Haris Sudharmono, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanbun) Mimika ngotot mengembangkan bawang merah di tengah tantangan tingginya curah hujan dan kadar keasaman tanah di wilayah Timika. 

Kepala Distanbun Mimika, Abdul Haris Sudharmono, menyebut saat ini sedang mendatangkan bibit bawang merah dari luar daerah. Lahan program ini sudah disiapkan sejak tahun lalu di wilayah Mimika Baru. 

Ia mengaku program ini bukan lagi uji coba karena sebelumnya pemerintah daerah pernah melakukan penanaman bawang merah beberapa tahun lalu. Program itu akhirnya menemui kendala yaitu proses pengeringan pascapanen akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan bawang cepat busuk.

"Kami melihat curah hujan di Timika cukup tinggi, dan kadar keasaman tanah juga tinggi. Untuk itu, perlu perlakuan khusus pada lahan, seperti penambahan dolomit (kapur pertanian) untuk menetralkan asam, serta pembuatan bedengan yang lebih tinggi," ujar Haris saat diwawancarai, Jumat (08/05/2026). 

Oleh karena itu, Harris mengatakan ke depan pihaknya akan mencari solusi dengan menyediakan alat pengering. Tidak menutup kemungkinan bawang segar diolah langsung menjadi bawang goreng untuk dipasok ke restoran dan rumah makan. 

Menurutnya, cara ini menjadi inovasi seperti yang sudah dilakukan di daerah lain. Untuk itu, dinas akan memastikan pendampingan kepada para petani.

Ia memproteksi, ke depan Mimika tidak perlu lagi mendatangkan bawang merah dari luar daerah. Sama seperti komoditas kangkung, sawi dan bayam.

"Kami akan membantu penyediaan benih bawang merah, alat penyiraman. Tujuannya adalah kemandirian pangan, tidak hanya beras dan ubi, tetapi juga bawang merah sebagai kebutuhan pokok dapur," pungkasnya. (Martha)