Demianus Magai Dimakamkan, Pelaku Penembaknya Belum Diketahui
Korban penembakan, Demianus Magai dimakamkan pada Selasa (23/3/2021). Foto: Salmawati Bakrie/Papua60detik
Korban penembakan, Demianus Magai dimakamkan pada Selasa (23/3/2021). Foto: Salmawati Bakrie/Papua60detik

Papua60detik - Jenazah Demianus Newegalen Magai telah dikubur di pemakaman ujung bandara Jalan C Heatubun, Selasa (23/3/2021).

Demianus adalah warga Kwamki Narama Kabupaten Mimika. Ia ditembak mati di Mile 50 pada Minggu (21/3/2021). Demianus tertembak di bagian bokong kiri. Jenazahnya ditemukan istri dan anaknya di pinggir kali esok paginya.

Keluarga menduga pelakunya adalah oknum aparat yang bertugas dalam operasi penindakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Keluarga kini meminta agar kasus pembunuhan Demianus diusut tuntas.

Wakapolres Mimika Kompol Sarraju menyebut, polisi akan berkoordinasi dengan satuan tugas (Satgas) penindakan KKB yang bertugas di wilayah mile 50.

"Terkait peristiwanya, jajaran Polres akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan, berkomunikasi dengan unsur-unsur Satgas untuk memperjelas hal ini. Kalau memang berhubungan dengan kegiatan penindakan dan ada keterkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata, kita akan  memberikan penjelasan," kata Sarraju.

Proses penyelidikan pun tetap dilakukan berdasarkan barang bukti berupa proyektil dan keterangan keluarga korban khususnya istri dan anaknya yang menemukan jenazah Demianus di pinggir kali tak jauh dari camp keluarganya.

"Tidak secepat itu kita menyimpulkan, bahan-bahan (barang bukti) sudah dikumpulkan seperti proyektil. Kita memiliki bahan-bahan untuk menjelaskan hal tersebut. Sementara ini, dari penanganan di rumah sakit, nanti penyidik yang akan menangani lebih lanjut," kata orang nomor dua di Polres Mimika itu.

Ia menambahkan aktifitas dulang atau tambang tradisional sebenarnya tidak dizinkan di area objek vital nasional (Obvitnas) PT Freeport Indonesia (PTFI).

Apalagi di Mile 50 yang kata Sarraju, merupakan wilayah penindakan Satgas lantaran daerah itu menjadi perlintasan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kali Kopi pimpinan Joni Botak.

"Keberadaan yang bersangkutan (almarhum Demianus) memang masih di area yang dekat dengan lokasi pengawasan penindakan satuan tugas," kata Sarajju.

Sarajju mengaku, pihak keamanan sudah mengingatkan masyarakat tidak melakukan aktifitas seperti pendulangan di area yang masih terdapat aktifitas KKB.

"Dan kelompok ini (KKB) menjadikan masyarakat sebagai tameng mereka. Mereka juga melakukan  pemalakan kepada pendulang dan mendapat bantuan logistik," ujarnya.

Tapi almarhum Demianus adalah warga sipil biasa. Keluarganya memastikan, ia tak ada kaitannya dengan kelompok TPNPB-OPM. Ia dan keluarganya ke Mile 50 hanya buat cari nafkah menyambung hidup.

"Sekali lagi, dia bukan TPN-OPM. Hanya masyarakat biasa. Tujuannya hanya mencari nafkah untuk hidup," tegas keluarga korban, Eriamus Magai. (Salmawati Bakri)