Deschamps: Prancis Percaya Diri Hadapi Swedia
Papua60detik - Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps menegaskan skuadnya percaya ciri menatap laga menghadapi Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, pada Rabu (1/7/2026) pukul 06.00 WIT.
"Berdasarkan performa kami dalam tiga pertandingan sejauh ini (tiga kemenangan), saya rasa pandangan itu tidak berubah. Tujuan kami adalah tetap percaya diri. Sekarang kami memasuki fase baru," kata Deschamps, dikutip dari laman resmi FIFA.
Prancis memulai Piala Dunia 2026 dengan baik setelah mengalahkan Senegal 3-1. Les Bleus kemudian mengalahkan wakil Asia, Irak, dengan skor 3-0, sebelum kemudian menutup babak grup dengan poin sempurna saat menaklukkan Norwegia 4-1.
Deschamps mengakui timnya belum pernah mendapatkan poin sempurna di babak grup edisi-edisi sebelumnya. Namun, kata dia, hal ini tak memberi keuntungan berarti karena menurutnya tensi laga di babak gugur berbeda dari babak grup.
Laga di melawan Swedia nanti akan menjadi laga gugur ke-19 Prancis di turnamen besar internasional sejak pelatih berusia 57 tahun itu mengambil alih Les Bleus pada Juli 2012.
Di bawah kepemimpinannya, Les Bleus menjuarai Piala Dunia 2018 dan kembali mencapai final empat tahun kemudian di Qatar. Namun, di antara dua edisi Piala Dunia tersebut, Prancis kalah di final Piala Eropa 2016 dari Portugal ketika menjadi tuan rumah, disingkirkan Swiss di babak 16 besar Piala Eropa 2020, dan kalah di semifinal Piala Eropa 2024 dari Spanyol.
"Sekarang tidak ada kesempatan kedua, tetapi itu bukan berarti kami harus bermain dengan rasa takut atau menahan diri," ujar Deschamps.
Sementara itu, gelandang Adrien Rabiot sadar bahwa timnya diunggulkan sebagai calon kuat juara Piala Dunia 2026, tetapi dia tak ingin timnya terlena akibat terlalu difavoritkan.
"Saya rasa sejauh ini kami berhasil melakukannya dengan baik karena kami sebenarnya bisa saja terlena. Misalnya ketika menghadapi Irak (menang 3-0), banyak yang mengira akan ada jurang perbedaan kualitas yang sangat besar, tetapi kenyataannya tidak seperti itu," ujar Rabiot, pemain yang bermain untuk AC Milan di Liga Italia. (Redaksi)