Dinas Pertanian Mimika Anggarkan Rp1 Miliar Pasarkan Hasil Tani OAP
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultural dan Perkebunan Mimika, Alice I Wanma. Foto: Fachruddin Aji/ Papua60detik
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultural dan Perkebunan Mimika, Alice I Wanma. Foto: Fachruddin Aji/ Papua60detik

Papua60detik - Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultural dan Perkebunan Mimika menggangarkan 1 Miliar lebih untuk membeli hasil perkebunan atau pertanian milik Orang Asli Papua (OAP) untuk kemudian dijual kembali dengan harga subsidi.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultural dan Perkebunan Alice I Wanma mengatakan program tersebut dilakukan dengan membeli hasil pertanian atau perkebunan OAP yang tidak laku di pasaran.

"Kadang kan petani ini jual hasilnya ke Pasar tetapi kan kadang ada yang orang beli habis kadang ada juga yang mereka bawa pulang, bahkan ada yang tidak laku sama sekali, itu yang kami pikirkan sehingga program ini untuk masyarakat. Jadi kita beli hasil kebun mereka ditempat (dikebun masing-masing)," paparnya saat ditemui wartawan di ruangannya, Kamis (3/5/2022).

Ia berharap, dengan program ini petani OAP dapat memanfaatkan uang hasil penjualan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kami membelinya sesuai dengan harga pasar, harganya juga beda-beda antar petani contohnya di Mapurujaya dengan SP5 itu beda, tapi bedanya tidak seberapa. Nanti kami beli kemudian kami jual lebih murah atau subsidi kepada masyarakat, seumpama kita beli 100 ribu kita jual 50 ribu, 30 ribu. Kita lihat dari kualitas hasil kebun," ungkapnya.

Hasil dari penjualan dari Dinas Pertanian disetorkan kepada kas daerah sebagai salah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tahun lalu, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan menyetor Rp100 juta lebih dari program ini 

Ditanya soal teknis program pembelian hasil kebun tersebut Alice mengatakan program dilaksanakan berdasarkan laporan hasil panen yang diberikan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

"Itu tergantung hasil panen jadi mereka (petani) ini kan kalau panen bilang ke PPLnya, nanti PPL yang berikan laporan kepada kami, nanti kami ke sana," katanya. (Fachruddin Aji)