Dinkes Mimika Bikin Riskesdas Bareng PT Freeport
Director dan EVP Social Responsibility, Community Development PTFI, Claus Wamafma bersama Asisten 1,Yulianus Sasarari dan Kadinkes Mimika, Reynold Ubra dalam acara launching Riskesdas, Kamis (7/10/2021).  Foto: Anti Patabang/ Papua60detik
Director dan EVP Social Responsibility, Community Development PTFI, Claus Wamafma bersama Asisten 1,Yulianus Sasarari dan Kadinkes Mimika, Reynold Ubra dalam acara launching Riskesdas, Kamis (7/10/2021). Foto: Anti Patabang/ Papua60detik

Papua60detik - Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) siap melakukan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). 

Kegiatan yang akan dimulai dalam waktu dekat ini dilauncing langsung Asisten 1 Bidang Pemerintahan, Yulianus Sasari bersama Director & EVP Social Responsibility & Community Development PTFI, Claus Wamafma dan Kepala Dinkes, Reynold Ubra, Kamis (7/10/2021) di Hotel Horison Diana.

Kepala Dinkes Mimika, Reynold Ubra mengatakan kegiatan Riskesdas bertujuan untuk menyediakan data derajat capaian kesehatan masyarakat dan menyediakan bahan pertimbangan penyusunan kebijakan pembangunan oleh pemangku kebijakan.

Riskesdas akan menyediakan informasi terkait capaian status kesehatan, karakteristik askes yankes, karakteristik pengetahuan dan perilaku kesehatan, serta karakteristik faktor risiko yang terkait status kesehatan.

Ia mengatakan penelitian riset ini akan difokuskan di 30 kampung terpilih.

Dalam penelitian ini tim akan melakukan pemeriksaan terhadap 13 indikator dan variabel yakni kesehatan balita, akses Yankes, gizi, KIA dan reproduksi, perilaku kesehatan, cedera, disabilitas, PTM, pengetahuan sikap HIV/AIDS, penyakit menular, Kesling, kesehatan jiwa, kesehatan mulut dan Jamkes.

Claus Wamafma mengatakan Riskesdas merupakan kegiatan penting untuk masyarakat, Pemkab Mimika dan PTFI. 

Program kesehatan katanya, adalah salah satu dari sekian banyak program PTFI, sehingga melalui riset ini PTFI bisa melakukan evaluasi sejauh mana keberhasilan dan tantangan program kesehatan yang sudah mereka lakukan.

“Jadi Freeport punya investasi yang besar sekali untuk bidang kesehatan. Dan bersama-sama dengan Pemda kami ingin memotret situasi masyarakat, terutama mereka yang ada di sekitar area penampungan tailing kami. Kami ingin tau kondisi kesehatan mereka seperti apa,” katanya.

Yulianus Sasarari berharap dengan adanya data dan informasi hasil riset nanti, maka perencanaan dan perumusan kebijakan kesehatan serta intervensi yang dilaksanakan akan semakin terarah, efektif dan efisien. 

"Kami berikan aspresiasi kepada PTFI juga Dinkes, serta semua pihak yang terlibat dalam riset ini peran dan dukungan anda sangat penting dalam mendukung upaya perencanaan evaluasi kinerja 5 tahun,” ungkapnya.

Ia mengatakan hasil riset ini akan digunakan sebagai upaya peningkatan kesehatan masyarakat berkelanjutan pemda bersama PTFI.  (Anti Patabang)