Dinkes Mimika Investigasi Dugaan Malapraktik di RSMM
Papua60detik - Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika sedang menginvestigasi dugaan malapraktik di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) dalam kasus penanganan medis terhadap almarhum Pdt Alberta Pakage.
Alberta menjalani operasi caesar di RSMM. Namun pasca operasi ia mengeluhkan sakit perut, mual dan muntah. Belakangan terbukti ada kain kasa tertinggal di dalam perut Alberta pada saat operasi. Ia meninggal dunia setelah operasi kedua di RSMM
Kadinkes Mimika Reynold Ubra mengatakan bahwa pihaknya baru menerima laporan tersebut pada 5 Desember dan langsung melaporkan ke Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua.
Dari aspek administrasi dan SDM menurutnya, RSMM memenuhi standar NSPK dengan akreditasi sebagaimana diatur Undang Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.
Meski RSMM telah mengakui adanya kelalaian berupa kain kasa yang tertinggal pada perut pasien saat dioperasi, namun Reynold menegaskan kasus ini diinvestigasi hingga selesai.
Saat ini petugas medis yang menangani pasien pada operasi pertama diistirahatkan.
“Saya apresiasi direktur bilang lalai, RSMM tidak menutupi kasus ini. Hasil investasi memang benar ada kelalaian. Kami gunakan asas praduga tak bersalah. Sesuai sumpah janjinya petugas kesehatan menyelamatkan nyawa manusia. Kami rekomendasikan memang tim yang terlibat untuk diistirahatkan,” kata Reynold alam konferensi pers di Aula RSMM, Kamis (9/12/2021).
Ia memastikan, Dinkes Mimika siap membantu aparat penegak hukum apabila diperlukan dalam penyelidikan nanti.
“Dinkes berdiri untuk memantau norma, standar, prosedur dan kriteria yang dilakukan. Dinkes Pemprov Papua juga siang ini turun untuk melihat masalah ini, fokus pada permasalahan. Semua dokumen SOP semua akan dikaji, kami punya tim audit kematian ibu dan bayi yang ditetapkan Bupati Mimika juga akan turun mengumpulkan data awal dan laporan secara resmi kepada Bupati, Dinkes Provinsi dan Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.
Sampai sekarang, nama dokter yang menangani almarhum pada operasi pertama belum dipublikasikan. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Mimika, dr Leonard Pardede memastikan dokumen dokter tersebut masih legal.
"Saya mohon masyarakat jangan terprovokasi di media sosial. Saya juga sudah sampaikan ke pihak yang men-share kasus ini di media sosial. Karena kasus ini sedang dimediasi dan mohon bersabar sampai kasus ini selesai dievaluasi,” imbuhnya. (Salmawati Bakri)