DPRD Desak Pemerintah Mensubsidi Pakan Ternak
Papua60detik - Usai studi banding di beberapa kota di Jawa Timur (Jatim) pada April lalu dan berbincang langsung dengan PT Charoen Pokphand Indonesia di Sidoarjo (Perusahaan yang bergerak dalam pakan ternak), Komisi B DPRD Mimika meminta Pemkab memberikan subsidi kepada peternak lokal.
Ketua, Komisi B DPRD Mimika, Nurman Karupukaro mengatakan, subsidi diperlukan agar peternak lokal khususnya peternak OAP mampu berkembang. Pasalnya, salah satu persoalan peternak lokal adalah harga pakan yang begitu mahal.
"Pakan ternak di Kabupaten Mimika dikategorikan mahal, saking mahalnya akhirnya para peternak ini merasa tidak mampu membeli dan itu yang membuat kesulitan para peternak kita," kata Nurman di ruang kerjanya, Senin (8/5/2023).
"Akhirnya kita mengambil kesimpulan bahwa ini harus ada subsidi. Subsidinya adalah transportasi, mau tidak mau saat ini yang dibutuhkan masyarakat adalah subsidi untuk transportasi," lanjutnya.
Menurutnya sangat wajar menganggarkan subsidi bagi peternak lokal dari APBD Mimika yang begitu besar untuk mengembangkan para peternak lokal.
"Dari hasil pertemuan kita dengan PT Pokphand itu kami ambil kesimpulan dengan APBD kita yang begitu besar maka tahun ini atau anggaran berikutnya harus diadakan subsidi," ungkap Nurman.
Menurutnya, program subsidi ini sejalan dengan program tol laut pemerintah pusat. Sayang program ini, kata Nurman, belum dimanfaatkan secara maksimal oleh Pemkab Mimika.
Bahan baku pembuatan pakan ternak 50 persen menggunakan komoditas jagung. Dinas Pertanian dan Peternakan sebenarnya mulai mempersiapkan jagung untuk memproduksi sendiri pakan ternak.
Namun menurut Nurman, sambil menunggu Mimika mampu memproduksi pakan ternak, Pemkab sebaiknya menggelontorkan subsidi membantu peternak lokal.
"Yang penting adalah subsidinya dulu sehingga harga pakan bisa ditekan khususnya juga buat daging ayam potong sehingga bisa bersaing harga. Juga untuk Pasar domestik kita sendiri. Artinya di dalam Kabupaten Mimika sendiri dan supaya masyarakat bisa berkompetisi dengan beternak agar tidak selalu mengandalkan dari luar," paparnya.
Permintaan subsidi ini juga belaku sama untuk pakan ternak lainnya, seperti babi dengan pertimbangan banyak warga beternak babi. (Eka)