Dua Kelompok Warga Bentrok di Depan Kantor Polres Mimika
Aparat kepolisian menenagkan kelompok warga yang terlibat bentrok di depan Kantor Pelayanan Polres Mimika Rabu (16/12/2020). Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik
Aparat kepolisian menenagkan kelompok warga yang terlibat bentrok di depan Kantor Pelayanan Polres Mimika Rabu (16/12/2020). Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik

Papua60detik - Dua kelompok warga terlibat bentrok di depan Kantor Pelayanan Polres Mimika Rabu (16/12/2020) sekitar pukul 14.00 WIT.

Peristiwa tersebut terjadi di sela-sela proses mediasi antara perwakilan warga dan Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko) yang difasilitasi oleh aparat kepolisian di Kantor pelayanan Polres Mimika.

Masyarakat Suku Kamoro menuntut trust Fund alias dana perwalian dari PT Freeport Indonesia (PTFI) segera disalurkan ke rekening Yayasan Yu Amako. Sementara dalam yayasan tersebut terdapat permasalahan dualisme kepemimpinan.

Setiap tahun, PTFI memberikan uang sejumlah 500 ribu dollar atau sekitar Rp6 hingga 7 miliar ke masyarakat Kamoro di lima kampung. Jelang Natal dan Tahun Baru, warga menuntut pencairan dana tersebut.

Warga yang sedang menunggu proses mediasi tiba-tiba diserang oleh sejumlah orang tak dikenal membawa benda tajam dan batu dari arah Jalan Yos Sudarso.

Akibatnya, satu unit mobil yang terparkir di sekitar tempat kejadian mengalami kerusakan.

Informasi yang dihimpun, kelompok ini datang lantaran mendapat informasi hoax bahwa Ketua Lemasko, Gregorius Okoare dipukul. Padahal saat itu, Gregorius Okoare sedang mengikuti proses mediasi.

Mengantisipasi adanya korban jiwa, aparat kepolisian langsung mengeluarkan tembakan peringatan dan memisahkan kedua kelompok.

Terlihat Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata bersama Danyon Brimob B Pelopor Polda Papua AKP Ramadhona turut menenangkan massa. Tak berselang lama, situasi kembali kondusif.

"Kita berikan tembakan peringatan karena yang bersangkutan ada yang bawa sajam jadi kita pisahkan dan bawa ke tempat masing-masing. Aparat harus tegas," kata Kapolres.

Era mengatakan, aparat gabungan sebelumnya sudah mengantisipasi terjadinya bentrok tersebut dengan melaksanakan apel di Lapangan Timika Indah pada Rabu pagi.

Aparat kepolisian pun sudah mendapat informasi terjadi pemalangan jalan poros Mapurjaya-Poumako yang masih terkait pencairan dana miliaran itu.

"Hari ini rencana pembagian dana dari PT Freeport ke masyarakat Kamoro melalui Yayasan Yu Amako. Karena adanya dualisme kepengurusan, akhirnya kami meminta PTFI segera mencairkan secara legal dan itu sudah diputuskan. Juga sempat terjadi pemalangan. Mereka meminta anggaran segera dicairkan. Sementara proses pembagian harus berkoordinasi dengan pihak Bank karena jumlahnya besar," jelasnya menambahkan," katanya.

Terkait hal tersebut, Ketua Lemasko Gregorius Okoare mengatakan bahwa pihaknya akan menyelesaikan secara internal masalah dualisme kepemimpinan di Yayasan Yu Amako.

Sembari itu, para tokoh masyarakat Kamoro juga akan menenangkan warganya agar tidak mudah terprovokasi dan menjaga keutuhan Suku Kamoro.

"Itu akan diselesaikan secara internal. Saya minta masyarakat tidak boleh gampang terprovokasi siapapun. Semua masih keluarga besar Suku Kamoro. Kita jaga kekeluargaan agar tetap utuh," ujarnya.

Senada dengannya, tokoh masyarakat, Yance Boyau mengatakan, mendukung penuh aparat keamanan dalam menjaga situasi di Kabupaten Mimika. Khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru.

"Saya akan bendung mereka. Dan saya minta Pak Gerry juga dapat membendung mereka agar tidak terjadi hal serupa (bentrok-red) mulai detik ini. Kita sama-sama menjaga Kamtibmas tetap aman," imbuhnya. (Salmawati Bakri)