Ekonomi Papua Tumbuh Positif di Masa Pandemi, Sektor Tambang Jadi Penentu
Kepala Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua, Naek Tigor Sinaga, saat memaparkan materi diseminasi perekonomian Papua terkini dan percepatan ditigalisasi daerah di Timika, Senin (29/3/2021) malam. Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik
Kepala Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua, Naek Tigor Sinaga, saat memaparkan materi diseminasi perekonomian Papua terkini dan percepatan ditigalisasi daerah di Timika, Senin (29/3/2021) malam. Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik

Papua60detik - Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Papua menyebut perekonomian Provinsi Papua tetap tumbuh meski di masa pandemi.

Sepanjang tahun 2020 Papua mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif sebesar 2,3 persen.

Jika dibandingkan dengan nasional, pertumbuhan ekonomi Papua pada tahun 2020 masih relatif lebih baik.

"Papua menjadi satu dari tiga provinsi yang mampu mencatatkan hal tersebut dalam masa pandemi," kata Kepala Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua, Naek Tigor Sinaga di Timika, Senin (29/3/2021) malam.

Naek menjelaskan, trend positif ekonomi tersebut dihasilkan dari tumbuhnya sektor pertambangan dan penggalian di Papua. Sektor ini tercatat tumbuh sebesar 16,62 persen.

"Perumbuhan di sektor tambang itu disebabkan oleh tiga hal yaitu peningkatan produksi tambang bawah tanah di Kabupaten Mimika, permintaan ekspor konsentrat yang terjaga, dan harga produk tambang di pasar internasional yang tinggi," jelasnya.

Tapi pertumbuhan ini tak terlepas atau juga dipengaruhi peran serta pemerintah provinsi maupun kabupaten dalam menjaga keberlangsungan operasional pertambangan.

Kendati demikian, perkonomian Papua juga tetap terdampak pandemi covid-19, dibuktikan dengan terjadinya kontraksi ekonomi di sektor non tambang.

"Kontraksi ekonomi tercatat terjadi juga dalam perekonomian Papua pada sektor non tambang dengan nilai sebesar -3,51 persen selama tahun 2020," paparnya.

Adapun sektor non tambang yang terdampak kontraksi antara lain transportasi, pergudangan, akomodasi, makanan, minuman dan perdagangan.

Naek pun mengaku optimis jika pertumbuhan ekonomi Papua akan terus menguat dan tumbuh lebih tinggi di tahun 2021.

"Diharapkan tahun 2021 pertumbuhan ekonomi dapat tumbuh di angka double digit," harapnya. (Fachruddin Aji)