Emas, Beras Hingga Cabai Rawit Sumbang Inflasi Juli 2024 di Timika
Papua60detik - Timika pada Juli 2024 mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,21.
Rilis resmi statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika Selasa (6/8/2024) menyebutkan Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,43 persen.
Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,60 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,99 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,30 persen, kelompok kesehatan sebesar 6,20 persen, kelompok transportasi sebesar 0,08 persen.
Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,62 persen, kelompok pendidikan sebesar 1,02 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran sebesar 4,88 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,45 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,94 persen.
Untuk tingkat inflasi month to month (m-to-m) Timika bulan Juli 2024 sebesar 0,23 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 2,75 persen.
Perkembangan harga berbagai komoditas pada Juli 2024 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kabupaten Mimika, pada Juli 2024 terjadi inflasi y-on-y sebesar 3,05 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,98 pada Juli 2023 menjadi 109,21 pada Juli 2024. Tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,23 persen. Sedangkan tingkat inflasi y-to-d sebesar 2,75 persen.
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,43 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,60 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,99 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,30 persen, kelompok kesehatan sebesar 6,20 persen.
Berikut kelompok transportasi sebesar 0,08 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,62 persen, kelompok pendidikan sebesar 1,02 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,88 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,45 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,94 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi y-on-y pada Juli 2024, antara lain emas perhiasan, beras, cabai rawit, terong, bahan bakar rumah tangga, daging ayam ras, mobil, roti manis, telur ayam ras, tarif laboratorium, biaya jaringan saluran TV, tauge/kecambah, bawang merah, Sigaret Putih Mesin (SPM), tomat, penyedap masakan/vetsin, pepaya, ikan bakar, pemeliharaan/service, dan gula pasir.
Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan deflasi y-on-y, antara lain angkutan udara, ikan bawal, daging babi, ikan cakalang, ikan sisik, buncis, minyak goreng, ikan kembung/ikan gembung/ ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, tempe, ikan mumar, mie kering instant, kangkung, sabun mandi, ikan kakap merah, jeruk, anggur, sabun detergen bubuk, daun kemangi, paku, sepatu anak, dan lengkuas.
Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Juli 2024, antara lain ikan kembung/ikan gembung/ ikan banyar/ikan gembolo/ ikan aso-aso, biaya jaringan saluran TV, cabai merah, taman kanak kanak, jagung manis, ikan cakalang/ ikan sisik, kol putih/kubis, ikan mujair, tauge/kecambah, jeruk nipis/limau, ayam hidup, mobil, labu siam/jipang, garam, sabun cair/cuci piring, gula pasir, jambu batu, ongkos jahit, minyak goreng, telur ayam kampung, dan ketimun.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, antara lain kangkung, bawang merah, bawang putih, tomat, cabai rawit, beras, tahu mentah, tempe, ikan mumar, wortel, buncis, ikan kakap merah, sawi hijau, bahan bakar rumah tangga, ikan bawal, bayam, angkutan udara, dan emas perhiasan.
Pada Juli 2024, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,43 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,60 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,99 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,30 persen, kelompok kesehatan sebesar 6,20 persen, kelompok transportasi sebesar 0,08 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,62 persen, kelompok pendidikan sebesar 1,02 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,88 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,45 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,94 persen. (Eka)