Evakuasi Jenazah Guru yang Ditembak di Puncak Terkendala Cuaca
Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia. Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik
Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia. Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik

Papua60detik - Proses evakuasi jenazah Oktovianus Roya yang ditembak di Kampung Julukoma Distrik Beoga Kabupaten Puncak masih sulit dilakukan hingga Jumat (9/4/2021). 

Kapolres Puncak, Kompol I Nyoman Punia mengatakan, faktor cuaca yang tidak mendukung menjadi hambatan.

"Kita upayakan hari ini mau dievakusi. Tapi karena cuaca jadi belum bisa," ujarnya saat dihubungi papua60detik. 

Jika cuaca memungkinkan, evakuasi jenazah akan dilakukan pada Sabtu (10/4/2021) besok, dari Beoga langsung ke Kabupaten Mimika menggunakan pesawat perintis.

"Besok sekitar pukul 16.00 WIT akan dievakuasi ke Timika. Semoga tidak ada halangan apapun," ujarnya.

Tak hanya jenazah, kata Nyoman, keluarga korban yang merupakan saksi atas kejadian tersebut pun juga ikut dievakuasi.

Ia mengatakan, saksi yakni istri korban bersama beberapa tetangga ditemukan selamat setelah melarikan diri. 

"Sejam kemudian setelah penembakan, istri korban dan beberapa tetangga ditemukan selamat," imbuhnya. 

Oktovianus Roya adalah seorang guru SD Inpres Kemalbet, Beoga. Almarhum meninggal dunia setelah ditembak di bagian dada pada Kamis (8/4/2021) sekitar pukul 09.50 WIT. Dari data polisi, korban ditembak dua kali saat menjaga kios. 

Jenazahnya dievakuasi ke Puskesmas Beoga oleh pendeta dan masyarakat. (Salmawati Bakri)