Freeport Bangun Pusat Grosir di Distrik Mimika Timur Jauh
Papua60detik - PT Freeport Indonesia (PTFI) bekerja sama dengan Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) secara resmi membuka pusat grosir dan kios di wilayah pesisir Mimika tepatnya di Kampung Otakwa dan Manasari Distrik Mimika Timur Jauh mulai Jumat (13/11/2020) lalu.
Peresmian pusat grosir dan kios ini diawali pemberkatan oleh Pastor Stefanus Sabinus dari Paroki Mapurujaya.
Superintendent Community Economic Development PTFI, Soni Zonggonao mengatakan, tujuan dari toko grosir adalah untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat di wilayah Mimika Timur Jauh yang notabene adalah masyarakat suku Kamoro.
Tujuan lainnya, sebagai realisasi program pengembangan ekonomi PTFI untuk mengembangkan ekonomi masyarakat.
“Tentu kami dari perusahaan berharap hal ini bisa berjalan baik, kebutuhan bahan pokok masyarakat dapat terpenuhi, beberapa kebutuhan lain seperti BBM untuk perahu boat, juga bisa didapatkan di sini. Karena selain kios juga ada pomp nlmini untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar masyarakat.” jelas Soni.
Dua kampung di wilayah Mimika Timur Jauh sengaja dipilih agar masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi tak perlu pergi jauh ke kota Timika yang menghabiskan banyak waktu dan biaya juga untuk menghindari risiko di perjalanan.
Soni mengungkapkan, pembangunan pusat grosir di kampung ini juga sebagai bagian dari komitment PTFI mendukung program pemerintah menjadikan Otakwa sebagai pusat ekonomi di wilayah timur.
Grosir ini diharapkan bisa melayani masyarakat dari Distrik Agimuga, Jila dan kampung kampung di sekitar distrik Mimika Timur Jauh.
"Pusat gorsir dan kios ini menjual barang-barang keperluan sembako, sarana nelayan, material bangunan, benda rohani, es batu, alat alat sekolah, pakaian hingga bahan bakar," ungkapnya.
Kepala Distrik Mimika Timur Jauh, Yulius Katagame mengatakan, pusat grosir dan kios ini sudah sejalan dengan apa yang direncanakan pemerintah, yaitu pemerataan ekonomi dan penguatan ekonomi kampung.
“Dengan bantuan dari Freeport yang berkolaborasi dengan Gereja Katolik Keuskupan Timika dalam program ini, saya yakin ke depannya akan menjadi lebih baik.
Masyarakat saya di kampung ini bisa memenuhi kebutuhan keseharian mereka dengan harga yang sama dengan di tempat lain. Semua yang mereka butuhkan ada di sini.” katanya.
Sementara Pimpinan Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) Benyamin Meo menjelaskan, pihaknya dari KMBL adalah perpanjangan tangan dari Gereja Katolik Keuskupan Timika, mengajak seluruh masyarakat bersama-sama memelihara kampung.
"Masyarakat bisa bawa hasil tangkapan ikan, karaka dan lain-lain, kami siap menampungnya.” kata Benyamin. (Fachruddin Aji)