Gerakan Pangan Murah, 20 Ton Beras SPHP Disalurkan di Nabire
Kamis, 14 Agustus 2025 - 19:57 WIT - Papua60Detik

Papua60detik - Polda Papua Tengah bersama Perum Bulog KCP Nabire menyalurkan sekitar 20 ton beras melalui program Gerakan Pangan Murah dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).
Kegiatan ini berlangsung di Aula Polres Nabire, Kamis (14/8/2025), mulai pukul 11.45 WIT.
Penyaluran beras SPHP ini dihadiri Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah Agustinus Anggabaik, Kepala Kejaksaan Provinsi Papua Tengah, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Papua Tengah, Kapolda Papua, Kepala Perum Bulog KCP Nabire, serta para undangan lainnya.
Kepala Perum Bulog KCP Nabire, Dedi Rachman menjelaskan SPHP adalah program pemerintah untuk menjaga harga beras agar tetap terjangkau di masyarakat.
“Beras sudah mulai naik sejak April hingga Juni. Pada Juli baru ada penugasan dari Badan Pangan untuk menyalurkan SPHP. Penyaluran ini kami lakukan bersama Polda Papua Tengah dan Polres Nabire di beberapa titik," ujar Dedi.
la menambahkan, sejak 9 hingga 14 Agustus 2025, pihaknya telah menyalurkan sekitar 20 ton beras SPHP di enam titik. Beras tersebut dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 12.500 per kilogram untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi: serta Rp 13.100 per kilogram untuk wilayah Sumatera (non Lampung & Sumsel), NTT, dan Kalimantan.
Kami berharap distribusi ini dapat membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran," tambahnya.
Dedi Rachman, menambahkan bahwa masyarakat juga dapat membeli beras SPHP di empat kios mitra Bulog di Pasar Kalibobo.
"Kalau ada yang menjual di atas HET, jangan dibeli dan segera laporkan," katanya.
Program SPHP di Nabire menjadi sinergi pemerintah, BUMN, TNI, dan Polri untuk memastikan ketersediaan beras terjangkau sekaligus menekan inflasi di Papua Tengah. (Elias Douw)