Gubernur Papua Tengah Apresiasi PT Freeport Periksa Kesehatan Mata Pelajar
Papua60detik - Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, memberikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) atas aksi bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan mata bagi pelajar dan operasi katarak di RSUD Nabire.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca Juga: RSUD Mimika Tambah Ruang Rawat Inap
Pemeriksaan mata untuk pelajar SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 4 Nabire. Dari total 1.043 siswa yang diperiksa, sekitar 400–500 siswa terdeteksi mengalami gangguan penglihatan dan menerima kacamata secara gratis.
"Kacamata itu mahal, tapi hari ini PT Freeport Indonesia memberikannya gratis kepada ratusan anak sekolah di Nabire. Ini luar biasa," ujar Gubernur Meki kepada awak media termasuk Papua60detik.id Selasa 13/8/2025.
Lanjutnya, sejak 5 Agustus hingga hari ini, PT Freeport juga melakukan operasi katarak bagi masyarakat.
"Saya bertemu langsung dengan pasien yang telah dioperasi dan mereka sangat berterima kasih," katanya.
Meki Nawipa menegaskan, pemerintahannya mendukung penuh program kemanusiaan seperti yang dilakukan PTFI.
Di kesempatan itu, Direktur PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, mengatakan kegiatan pemeriksaan mata dan operasi katarak ini merupakan bagian dari agenda sosial tahunan perusahaan setiap menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI.
Program ini dilakukan bersama Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) dan melibatkan sejumlah mitra seperti RSUD Nabire, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), serta Dinas Pendidikan.
"Mengembalikan penglihatan bagi seseorang adalah hal yang berdampak besar, banyak masyarakat tidak mengetahui cara merawat mata karena kurangnya fasilitas," kata Claus.
Untuk memudahkan akses, PTFI memberikan dukungan transportasi dan akomodasi bagi pasien yang berasal dari daerah terpencil.
Dengan demikian, kata Claus, hambatan geografis tidak lagi menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan mata.
Ke depan, katanya kegiatan sosial serupa akan diprioritaskan di wilayah yang berkaitan langsung dengan operasi Freeport, termasuk Kabupaten Mimika, Nabire, dan daerah sekitar Papua Tengah.
"Tetapi dukungan sosial juga menjangkau lintas provinsi sebagai wujud komitmen, dari Papua untuk Indonesia," katanya.
Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pihak swasta lainnya untuk ikut serta dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Tanah Papua. (Elias Douw)