HAN di Timika, Ada Lomba Nyanyi Lagu Daerah
Salah satu peserta tamoil percaya diri saat membawakan lagu Noro Eneye Ma, foto: Martha/Papua60detik
Salah satu peserta tamoil percaya diri saat membawakan lagu Noro Eneye Ma, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - 10 siswa tingkat SMP dan SMA/SMK mengikuti lomba menyanyi solo yang dilaksanakan oleh Pemkab Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Selasa (21/07/2026). 

Lomba menyanyi ini menjadi salah satu kegiatan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Setiap peserta diwajibkan membawakan dua lagu, yaitu lagu wajib Noro Eneye Ma serta satu lagu pilihan yang telah disediakan panitia.

Setiap peserta membawakan dua lagu, yaitu lagi Noro Eneye Ma sebagi lagu wajib, dan lagu pilihan yang disediakan panitia. 

Kepala Dinas DP3AP2KB Mimika, Yohana Arwom mengatakan lomba ini untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Papua, khususnya melalui lagu-lagu daerah.

Selain melestarikan budaya, menurut Yohana, lomba tersebut juga menjadi wadah bagi anak-anak dan remaja menyalurkan bakat sekaligus menghindarkan mereka dari berbagai pengaruh negatif.

"Jangan ada kekerasan lagi di mana-mana. Sekarang ini, ada banyak kasus narkoba dan pelecehan seksual. Lewat kegiatan-kegiatan  seperti ini, kita berupaya memproteksi diri kita, anak-anak kita dari hal-hal negatif," kata Yohana saat membuka lomba. 

Ia mengajak peserta tampil percaya diri dan bangga membawakan lagu daerah sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya lokal. 

Salah satu peserta dari SMA Negeri 7 Mimika, Dirtha Sidaney Muskitta, mengaku bangga dapat mengikuti lomba. Meski berasal dari suku Ambon dan baru satu tahun menetap di Timika, ia mengaku menyukai lagu-lagu daerah Papua.

Menurutnya, lagu Noro Eneya Ma memiliki makna yang sangat menyentuh. Lagu tradisional asal Suku Kamoro itu mengisahkan kerinduan terhadap kampung halaman, hubungan keluarga, serta ikatan batin dengan tanah kelahiran.

Dirtha mempersiapkan diri selama satu pekan. Meski sempat gugup karena harus membawakan lagu daerah yang baru dipelajarinya, ia bersyukur dapat tampil hingga selesai.

"Saya berharap bisa menjadi anak Indonesia yang menginspirasi generasi muda. Saya juga ingin mengajak teman-teman untuk tidak melupakan budaya kita. Saya saja yang berasal dari Ambon, bangga bisa mempelajari budaya Papua," pungkasnya. (Martha)