Harga Bunga Melonjak, Bagaimana Distrik Mimika Baru Tata Ruang Terbuka Hijau?
Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, foto: Martha/ Papua60detik
Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Di tengah upaya penataan ruang terbuka hijau, Distrik Mimika Baru dihadapkan pada persoalan naiknya harga tanaman. 

Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, mengungkapkan sejumlah program penataan lingkungan terpaksa dihentikan sementara akibat lonjakan harga tanaman, khususnya lidah mertua yang selama ini dimanfaatkan untuk membantu menekan polusi udara.

Sebelumnya harga tanaman tersebut Rp70 ribu kini meningkat hingga Rp150 ribu per tanaman. Meski demikian, penataan kawasan ruang terbuka hijau tetap berjalan sambil menunggu penyesuaian anggaran dan harga tanaman.

"Jadi bukan cuma bahan bangunan atau bahan pokok, tapi harga bunga juga naik. Sementara ini yang kami lakukan adalah penyesuaian harga dulu," ujarnya saat diwawancarai, Kamis (28/05/2026).

Selain itu, Merlyn menyebut Distrik Miru akan berencana melanjutkan penataan di sejumlah titik strategis, termasuk area di sekitar Petrosea dan beberapa ruang terbuka lainnya agar tampilan kota terlihat lebih seragam dan rindang.

Sementara beberapa titik ruang terbuka hijau lainnya masih berada di bawah pengelolaan OPD lain sehingga pemerintah distrik harus berkoordinasi sebelum melakukan intervensi penataan lebih lanjut.

"Kita cari bunga-bunga atau tanaman yang bisa bikin rindang di situ. Jadi hal-hal sederhana yang bisa distrik lakukan, kita lakukan dulu," pungkasnya. (Martha)