Harga Kedelai Naik, Ukuran Tahu Tempe di Timika akan Diperkecil
Mujiati, seorang produsen sekaligus pedagang tahu tempe di Pasar Sentral Timika. Foto: Anti Patabang
Mujiati, seorang produsen sekaligus pedagang tahu tempe di Pasar Sentral Timika. Foto: Anti Patabang

Papua60detik- Kenaikan harga kedelai yang saat ini sedang terjadi di Indonesia mau tidak mau berdampak terhadap harga produk berbahan baku kedelai. Tahu dan tempe misalnya.

Menyiasati kondisi itu, produsen tahu dan tempe di Timika tidak akan menaikkan harga, tetapi memperkecil ukurannya. Misalnya tempe yang semula ukurannya 5 ons akan dikurangi menjadi 4 ons dan tahu ukuran 4 ons akan dikurangi menjadi  3 ons dengan harga sama.

Mujiati seorang produsen sekaligus pedagang tahu tempe di Pasar Sentral Timika mengakui, harus menyiasati keadaan seperti itu agar pembeli tidak keberatan dan produsen atau pedagang tidak rugi.

“Kedelai Sudah naik. Makanya mulai besok kita akan kasih kecil ukurannya karena kalau kita tetap dengan ukuran sekarang maka kita akan rugi,” katanya kepada Papua60detik, Senin (4/1/2021).

Adapun harga kedelai impor saat ini tercatat Rp9.200 hingga Rp10 ribu per kilogram (kg). Padahal, harga kedelai sebelumnya hanya berkisar Rp6.500 sampai Rp7.000 per kg.

Mujiati menyebut, saat ini harga kedelai per karung sudah Rp550 ribu padahal sebelumnya hanya hanya Rp500 ribu.

Selama pandemi covid-19, ungkapnya, harga kedelai memang selalu naik, namun naiknya tidak terlalu signifikan sehingga tidak begitu berdampak terhadap harga jual tahu dan tempe. Tetapi kenaikan kali ini lanjut Mujiati sudah tidak bisa didiamkan.

“Inikan kedelai memang impor dari Amerika, tapi kita harapnya pemerintah bisa perhatikan hal ini karena kita produsen dan pedagang juga kasihan. Ini adalah mata pencaharian kami,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Imran seorang pedagang sekaligus produsen tahu tempe yang juga berencana akan mengubah ukuran tahu dan tempenya mulai Selasa besok.

“Bukan hanya di Timika yah, seluruh Indonesia mengalami kenaikan kedelai. Ada yang naikkan harga tempe dan tahu tapi kalau saya mungkin akan ubah ukuran saja 5 ons jadi 4 ons,” ungkapnya.

Menurutnya hal ini adalah cara tepat agar usahanya tetap jalan dan pembeli tidak merasa keberatan.

“Harga tetap sama. Tahu Rp5 ribu dua dan tempe Rp5 ribu satu untuk ukuran besar dan kecil dapat tiga. Hanya ukurannya saja yang akan beda,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu distributor kedelai di Timika, Murni mengatakan harga pengambilan kedelai di Surabaya kini sudah Rp500 ribu padahal sebelumnya hanya Rp450 ribu.

“Saat ini di gudang kami memang kosong, tapi dalam beberapa hari ke depan barangnya sudah akan tiba di Timika. Tapi saya masih bingung mau jual harga berapa karena selama ini harga Rp500 ribu adalah harga jual kita. Kasihan mereka juga kalau mahal tapi,” keluhnya. (Anti Patabang)