Hidup Tanpa Masker, Ini Syarat dari Dinkes
Protokol pakai masker di masa pandemi covid-19.   Foto: Dok/Papua60detik
Protokol pakai masker di masa pandemi covid-19. Foto: Dok/Papua60detik

Papua60detik - Saat ini cakupan vaksinasi covid-19 di Kabupaten Mimika sudah berada di posisi 50 persen.

Sebagai tuan rumah, Pemkab Mimika ditarget mencapai 70 persen cakupan vaksinasi sebelum gelaran PON XX Papua 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra optimis bisa mencapai target bahkan melampauinya

 Dengan rata-rata cakupan per hari bisa mencapai 1.200 sampai 1.500, ia optimis sisa 20 persen bisa terkejar di tanggal 20 September nanti.

“Kami tetap berupaya setiap hari, bersinergis dengan teman-teman dari Polres dan Kodim Mimika. Kejar 20 persen lagi, mudah-mudahan di tanggal 20 sudah bisa,” katanya saat ditemui, Senin (6/9/2021).

Cakupan untuk dosis pertama sudah 87.133 dan dosis kedua sudah 56.319. Dan  dosis ketiga sudah 176.

“Yang sudah mulai dosis ketiga itu Kapolres, PTFI sudah mulai dengan dosis ketiga. Yang paling banyak adalah RSUD Mimika sudah 173 orang yang menerima dosis ketiga,” tuturnya.

Ia mengatakan jika cakupan vaksinasi terus meningkat, maka sangat mungkin masyarakat Mimika bisa hidup tanpa protokol pakai masker. Menurutnya, jika semua sudah divaksin, covid-19 itu akan menjadi penyakit biasa.

“Mudah-mudahan semua orang sudah divaksin minimal 70 persen punya imunitas. Untuk dosis pertama sangat bagus sekali jika dosis kedua juga bisa 70 persen lengkap, maka kita di Timika ini sudah bisa buka masker,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, vaksin sama dengan imunisasi. Keduanya bertujuan memberikan kekebalan secara disengaja bagi tubuh agar bisa mengenal bakteri atau virus baru. Jika terpapar, tubuh yang telah divaksin bisa merespon cepat virus yang menginfeksi.

Setelah PON XX, Reynold menyebut, kemungkinan kasus covid-19 bakal naik. Tetapi jika semua sudah divaksin, mereka yang terpapar hanya mendapat gejala ringan saja.

Sampai saat ini kami belum menerima laporan adanya KIPI serius. Toh kalau terjadi KIPI yang maksudnya adalah sakit di sekitar tempat suntikan, ada juga demam,” tuturnya. (Anti Patabang)