Hipertensi Masuk 5 Besar Penyakit di Puskesmas Timika
Kepala Puskesmas Timika, dr Moses Untung. Foto: Faris/ Papua60detik
Kepala Puskesmas Timika, dr Moses Untung. Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik - Sepanjang 2022, gangguan pernapasan atau Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih menjadi peringkat teratas kunjungan ke Puskesmas Timika.

Malaria di urutan kedua. Berturut-turut penyakit kulit dan gangguan pencernaan di peringkat tiga dan empat.

Hipertensi yang notabene penyakit tidak menular kini masuk sebagai lima besar penyakit di Puskesmas Timika.

Kepala Puskesmas Timika, dr Moses Untung mengatakan, daftar lima penyakit paling tinggi ini polanya sama saja dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Masih masalah-masalah yang sama setiap tahunnya," kata dr Moses.

Ia menjelaskan, penyakit-penyakit tersebut disebabkan faktor lingkungan dan perilaku. Selama tak ada intervensi serius pada dua faktor itu, maka masalahnya tak akan selesai

"Selama intervensi terhadap lingkungan, selama belum ada perubahan perilaku maka penyakit tersebut akan selalu terjadi," ujarnya.

Menurutnya, 40 persen kejadian penyakit di Timika karena faktor lingkungan. Faktor perilaku berperan 20 sampai 30 persen.

"Pelayanan kesehatan itu berkisar 10 sampai 20 persen," katanya 

Sebab itu ia mengimbau warga khususnya di area kerja Puskesmas Timika memperhatikan kebersihan lingkungan dan mulai mengubah perilaku ke lebih sehat. (Faris)