IDI dan IBI Mimika Ikut Sosialisasi Antenatal Care Terintegrasi
Papua60detik - Puluhan dokter dan bidan yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Mimika hadiri sosialisasi Antenatal Care (ANC) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPK2KB) Provinsi Papua Tengah, Selasa (19/11/2024).
Antenatal Care (ANC) adalah pelayanan pemeriksaan yang ditujukan kepada ibu hamil untuk memastikan ibu serta janin dalam kondisi sehat selama masa kehamilan. Antenatal Care mencakup identifikasi risiko, pencegahan komplikasi kehamilan, serta edukasi dan promosi kesehatan.
Baca Juga: RSUD Mimika Tambah Ruang Rawat Inap
Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, dr Silwanus A Sumule menjelaskan bahwa ANC Terintegrasi merupakan pendekatan baru menurunkan angka kematian ibu di Papua Tengah.
Katanya, pada prinsipnya ANC selama ini sudah dilakukan, namun dengan pendekatan terintegrasi, pemeriksaan tidak hanya mencakup pemeriksaan fisik rutin, tetapi juga ditambah dengan pemeriksaan USG untuk mendeteksi risiko kehamilan sedini mungkin.
Modul komprehensif dan fokus pada pencegahan dalam kegiatan ini, seluruh peserta akan mempelajari 22 modul yang mencakup berbagai aspek penting dari kesehatan ibu dan anak, seperti pemeriksaan kehamilan, deteksi dini penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, infeksi (HIV, sifilis, hepatitis), hingga keracunan kehamilan. Selain itu, modul juga mencakup edukasi mengenai alat kontrasepsi pasca-melahirkan.
"Hari ini kami menyelesaikan 11 modul dan besok akan dilanjutkan hingga selesai 22 modul. Para dokter juga akan dilatih melakukan pemeriksaan USG untuk mendeteksi kesehatan ibu dan janin sejak trimester pertama (0-3 bulan) hingga trimester ketiga," ujarnya.
Sementara itu, komunikasi melalui buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan salah satu alat penting yang digunakan dalam pendekatan untuk mendukung proses pencatatan dan komunikasi.
"Petugas kesehatan, baik dokter maupun bidan, akan mencatat seluruh hasil pemeriksaan di buku ini. Tujuannya adalah agar ada komunikasi yang baik antara petugas kesehatan dan keluarga pasien," katanya.
Ia berharap ke depan dengan pendekatan ANC Terintegrasi, Dinas Kesehatan Papua Tengah berharap dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi secara signifikan. Deteksi dini dan penanganan segera diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu hamil.
"Upaya ini merupakan komitmen kami untuk memastikan kesehatan ibu dan anak terjaga dengan baik, khususnya di Papua Tengah," tutup dr Sumule. (Martha)