Ini Alasan Pasar Kuliner Belum Dibuka
Pasar Kuliner Timika jadi tempat nongkrong warga saat masih dibuka.   Foto: Dok Papua60detik
Pasar Kuliner Timika jadi tempat nongkrong warga saat masih dibuka. Foto: Dok Papua60detik

Papua60detik - Apa kabar pasar kuliner Timika? Pasca ditutup 20 November lalu, belum ada kabar kapan akan dibuka kembali.

Sebagian pelaku UMKM berharap bisa segera kembali ke pasar yang berada di halaman Pasar Sentral Timika itu.

“Saya pribadai berharap ini bisa segera dibuka yah untuk menambah pendapatan,” kata Mila seorang pedagang minuman yang sempat mencoba perutungan di pasar kuliner kepada Papua60detik.id, Sabtu (15/5/2021).

Pengalamannya selama dua minggu berjualan di pasar kuliner, pendatan Mila lumayan, terutama di akhir pekan. 

Menggapi hal ini , Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Petrus Pali Amba mengatakan ada dua poin alasan mengapa Disperindag belum membuka kembali pasar kuliner.

Pertama, belum ada izin dari Satgas Covid-19. Dan kedua, masih ada fasilitas yang belum lengkap, seperti instalasi listrik, air, drainase dan tempat duduk para pelanggan.

Ia tak menampik, banyak masyarakat dan pelaku UMKM yang mengharapkan pasar kuliner segera dibuka kembali.

Namun ia pun tidak bisa berbuat banyak. Tanpa ada izin dari Satgas Covid-19, pasar kuliner tetap tidak bisa dibuka sekalipun fasilitasnya sudah lengkap.

Pasar kuliner itu dibangun di masa Michael R Gomar memimpin Disperindag. Idenya, mengumpulkan pedagang, terutama UMKM yang berserak di pinggir jalan.

Dalam waktu singkat, pasar kuliner jadi tempat nongkrong warga, terutama di akhir pekan.

Fenomena itu lantas jadi sorotan. Ramainya pengunjung dianggap menambah risiko penularan covid-19. Pemerintah akhirnya memutuskan, menutup sementara pasar itu tanpa batas waktu.

“Jadi belum bisa dipastikan kapan, kita berharap tahun ini. Tapi yang jelas kita memang berupaya ke depan untuk kita bisa gunakan kalau keadaan sudah memungkinkan karena itu bagian dari menumbuhkan ekonomi masyarakat di masa sekarang ini,” kata Amba. (Anti Patabang)