Ini Kesaksian Junaidi Selamat dari Terjangan Peluru di Beoga
Kepala SMP Negeri 1 Beoga, Junaidi Arungsulele. Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik
Kepala SMP Negeri 1 Beoga, Junaidi Arungsulele. Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik

Papua60detik - Kasus kekerasan kelompok bersenjata di Papua masih terus terjadi. Dalam dua hari, dua guru, Oktovianus Roya dan Yonatan Renden tewas ditembak di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

Dalam peristiwa tersebut beberapa warga sipil lainnya selamat. Dua di antaranya adalah Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Beoga, Junaidi Arungsulele dan Natalina Pamean istri almarhum Oktovianus Roya. Mereka selamat dengan bersembunyi di semak-semak.

Keduanya sudah di Kota Timika. Mereka dievakuasi dari Beoga bersama jenazah Oktovianus dan Yonatan pada Sabtu (10/4/2021).

"Informasi saya diculik tidak benar. Saya berusaha mengamankan diri dengan lari dan sembunyi di semak-semak," kisahnya kepada awak media.

Junaidi tinggal serumah dengan Yonatan. Di hari naas itu mereka hendak mengambil terpal di rumahnya untuk membungkus peti jenazah almarhum Oktovianus. Tapi rentet tembakan mengagetkan mereka. 

"Yonatan ditembak di depan rumah kami tinggal saat mengambil terpal untuk bungkus peti jenazah Oktovianus. Saat itu saya lari ke arah kanan dan korban (Yonatan) ke kiri. Tembakan pertama, korban  sempat berusaha lari, tapi akhirnya ditembak lagi kedua kalinya dan terjatuh," cerita Junaidi sambil berurai air mata.

Dalam persembunyiannya, aparat keamanan yang menjemput jenazah Yonatan melintas. Ia pun bersuara dan keluar dari semak-sema, lalu ikut menumpang dan berlindung di Koramil Beoga.

"Saya merayap sekitar 30 menit. Dan bersembunyi kurang lebih dua jam. Pelakunya saya tidak lihat karena pas bunyi tembakan langsung kabur mengamankan diri," katanya.

Almarhum Yonatan adalah tenaga  honorer yang telah mengabdi selama dua tahun di SMPN I Julukma Distrik Beoga . Sedangkan almarhum Oktovianus sudah 10 tahun di SD Inpres Kemalbet Jambul Beoga.

"Almarhum Octovianus dan Yonatan serta guru-guru lainya  sangat dekat dengan masyarakat. Tidak pernah dibayangkan sampai terjadi seperti ini," sesal Junaidi.

Aparat keamanan di Beoga katanya masih siaga. Empat kopel perumahan guru telah dibakar dan satu bangunan yang rencananya akan dijadikan sebagai gedung SMA juga dibakar.

"Ada gedung sekolah yang dibakar, informasinya itu mau digunakan untuk SMA. Sementara ini, guru-guru yang ada masih mengungsi di Koramil," ujarnya. (Salmawati Bakri)