Ini Poin Kesepakatan Menuju Mimika Ceria
Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal menandatangani kesepakatan menuju Mimika Ceria tahun 2021-2024 di Hotel Grand Mozza, Selasa (30/3/2021). Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal menandatangani kesepakatan menuju Mimika Ceria tahun 2021-2024 di Hotel Grand Mozza, Selasa (30/3/2021). Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Mimika dan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua sepakat bersama-sama menjalankan program pengendalian cepat menuju Papua satu harga Mimika cerdas, aman, damai dan sejahtera atau Pace Juara menuju Mimika Ceria 2021-2024.

Dalam nota kesepakatan yang ditandantangani langsung oleh pada ada banyak poin yang diputuskan

Untuk kelancaran program ini, Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Kepala perwakilan BI Papua, Naek Tigor Sinaga menandatangani poin-poin keputusan di Hotel Grand Mozza, Selasa (30/3/2021).

Beberapa di antaranya, menetapkan trayek tol laut T-19 rute Merauke, Kokas, Sorong, Korido, Depapre agar dapat melalui Pelabuhan Pomako, serta mengoptimalkan pengelolaan gerai maritim yang sudah ada di Pomako sebagai pusat grosir dalam rangka mengendalikan harga sebagai kabupaten penyanggah bagi 9 kabupaten lainnya yakni Asmat, Nduga, Yahukimo, Deiyai, Dogiyai, Paniai, Intan Jaya, Pegunungan Bintang dan Puncak.

Memangkas waktu keterlambatan pasokan ke Kabupaten Mimika dengan cara mempercepat proses bongkar muat barang di Pelabuhan Pomako, meningkatkan kapasitas Pelabuhan Pomako melalui penambahan panjang pelabuhan, gudang atau container dan penambahan side loader.

Mempercepat penyelesaian status kawasan hutan lindung di daerah Pomako, penambahan jalur traiyek tol laut baru untuk mempersingkat waktu tempuh dari pelabuhan Tanjung Perak ke Pomako, pembangunan gudang baru atau koperasi retail di daerah-daerah bandara perintis.

Menyusun peraturan bupati tentang harga acuan, harga kelayakan di setiap distrik di Kabupaten Mimika untuk jenis barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting) seperti beras, telur, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, ikan, kepiting, daging ayam, sayur, daging babi, pakan ternak, gula, benih, pupuk, kayu dan semen.

Memanfaatkan aset yang belum optimal untuk mendukung program stabilisasi dan penurunan disparitas harga seperti cold storage di PPI Pomako, prasarana dan sarana mekanisme pertanian dan mesin pengolahan komoditas.

Memastikan ketersediaan pasokan dengan, pertama, meningkatkan produksi pangan starategis, pembangunan pabrik beras, analog sagu dan bio etanol dari sagu, penyediaan air bersih untuk proses pengolahan sagu, penyediaan anggaran subsidi oleh pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten untuk pengadaan pakan ternak serta pelatihan peningkatan dan produktifitas pasca panen kepada masyaraakt untuk komoditas keladi dan petatas guna mendukung ketahan pangan.

Kedua, meningkatkan kualitas dan cadangan pangan di sektor perikanan yaitu dengan proses penangkapan ikan melalui pelatihan pengolahan penangkapan produk perikanan yang berkualitas kepada nelayan, pengadaan peralatan penangkapan hasil perikanan yang lebih memadai seperti fiber box, jaring, motor tempel, speedboat dan mendorong pihak ketiga dalam membangun tempat perbengkelan kapal atau pemeliharan kapal perikanan.

Penyediaan sarana air bersih untuk kebutuhan perikanan, menambah bantuan pemberian hibah kapal dari kementerian maupun provinsi dan kabupaten kepada masyarakat OAP, mendorong hasil perikanan dari cold storage dipasarkan di Kabupaten Mimika untuk memenuhi kebutuhan lokal atas ikan berkualitas.

Ketiga, pembangunan gudang penyanggah logistic di Pomako.

Untuk memastikan kelancaran distribusi hal-hal yang harus dilakukan adalah pertama, mengoptimalkan peran dan operasional dari BUMD Irian Bakti cabang dari Kabupaten Mimika sebagai stabilisasi harga bapokting melalui perbaikan rantai tata niaga, peningkatan kerja sama antara daerah dan menjadi mitra strategis pelaku usaha melalui kerja sama dengan BUMN holding pangan.

Bulog mendukung stabilisasi harga di Kabupaten Mimika dan Kabupaten Puncak, koperasi retail sebagai penampung komoditas dari luar daerah dan penyalur bapokting di 9 kabupaten terkait dan di 18 ibukota distrik yang belum memiliki BUMD dan peningkatan peran Yayasan Amko sebagai distributor tol laut dan jembatan udara.

Kedua, Pemprov Papua bekerja sama dengan Pemkab Mimika menyanggah kabupaten di wilayah pegunungan tengah dalam rangka penyediaan subsidi transportasi yang bersumber dari dana Otsus sebagai urusan bersama meliputi tol laut, jembatan udara, cargo perintis, subsidi darat saat ini terdapat empat trayek cargo perintis dari Timika ke Jila, Ilaga Aroanop dan Alama.

Namun untuk memastikan program Pace Juara menuju Mimika Ceria ini bisa berjalan maksimal, dibutuhkan komunikasi efektif dengan, pertama, melakukan operasi pasar dan sidak pasar dengan anggota TPID dan satgas pangan secara berkala.

Kedua, melakukan diseminasi informasi ketersediaan pasokan dan informasi harga pasar komoditas kepada masyarakat di Kabupaten Mimika melalui pertemuan dengan media massa, media elektronik maupun media lainnya.

Ketiga melakukan edukasi dan sosialisaisi kepada pelaku usaha dalam rangka meningkatkan kapasitas kelembagaan untuk memperoleh akses pembiayaan baik dari perbankan maupun lembaga penjamin lainnya seperti PNM.

Keempat, mendata kebutuhan dimasing-masing daerah untuk melihat kebutuhan pengiriman. Kelima, melakukan rapat koordinasi TPID Kabupaten Mimika secara rutin. Keenam, mengalokasikan anggaran masing-masing pihak sesuai tugas dan fungsi dalam menindaklanjut kesepakatan TPID Kabpaten Mimika.

Pembiayaan pelaksanaan kesepakatan ini selanjutnya dibebankan kepada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua dan APBD Mimika. (Anti Patabang)