IPMADO Desak Kapolres Dogiyai Usut Tuntas Kasus Penembakan Warga Sipil
Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire menyampaikan pernyataan sikap, Sabtu (7/3/2026). Foto: Ando for Papua60detik
Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire menyampaikan pernyataan sikap, Sabtu (7/3/2026). Foto: Ando for Papua60detik

Papua60detik - Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire, menyampaikan pernyataan sikap terkait situasi keamanan di Kabupaten Dogiyai.

Pernyataan tersebut disampaikan IPMADO Nabire dalam konferensi pers di KPR Siriwi, Nabire, Sabtu (7/3/2026) sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat Dogiyai.

Mahasiswa menilai peristiwa penembakan yang menimpa Yohanes Yobee di wilayah Ikebo pada 3 Maret 2026 telah memicu rasa takut, trauma dan kekhawatiran serius di tengah masyarakat. Selain itu, IPMADO menyebut, Kris Douw dan Keni Dumupa juga jadi korban kekerasan.

IPMADO Nabire mendesak kasus penembakan tersebut ditangani secara serius dan transparan oleh aparat penegak hukum agar keadilan bagi para korban dapat ditegakkan.

IPMADO Nabire mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengadili serta mencopot pihak yang diduga terlibat dalam penembakan terhadap Yohanes Yobee dan kekerasan terhadap Kris Douw, dan Keni Dumupa.

Selain itu, mahasiswa juga meminta Polres Dogiyai di bawah kepemimpinan Mince Mayor segera mengungkap pelaku penembakan secara terbuka kepada publik serta menindak tegas pihak yang bertanggung jawab.

Mahasiswa IPMADO Nabire juga mendesak DPR dan DPRK Kabupaten Dogiyai untuk melakukan pengawasan serta mendorong pengusutan tuntas terhadap kasus tersebut.

Mewakili rekan-rekannya, Marius Petege, menegaskan bahwa masyarakat Dogiyai berhak hidup aman dan damai.

Ia mengatakan masyarakat Dogiyai saat ini membutuhkan kepastian hukum serta jaminan keamanan dari negara agar kehidupan sosial masyarakat dapat kembali berjalan normal.

“Masyarakat Dogiyai berhak hidup dengan rasa aman. Setiap peristiwa penembakan yang menimbulkan korban jiwa harus diusut secara serius agar keadilan bagi korban dan keluarga dapat ditegakkan,” kata Marius Petege dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/3/2026).

Ia menegaskan, penegakan hukum yang transparan penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

Menurut Marius, pengungkapan kasus secara terbuka akan memberikan kepastian kepada masyarakat serta mencegah terjadinya berbagai spekulasi yang dapat memperkeruh situasi keamanan.

“Tanah Dogiyai adalah rumah bagi masyarakat yang ingin hidup dengan aman dan damai,” kata Marius.

IPMADO Nabire berharap seluruh pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar peristiwa serupa tidak berulang di masa mendatang. (Elia Douw)