Jelang 1 Desember, Panglima TNI Bertemu Tertutup Tokoh Papua
Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika, Sabtu (28/11/2020).
Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika, Sabtu (28/11/2020).

Papua60detik - Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri melaksanakan tatap muka dengan dengan sejumlah tokoh penting di Papua dan Papua Barat di Rimbah Papua Hotel (RPH) Timika, Papua, Sabtu (28/11/2020).

Pantauan lapangan, pertemuan itu berlangsung tertutup dan dijaga ketat oleh aparat gabungan TNI-Polri. Para tamu undangan yang hadir pun wajib memiliki hasil swab negatif covid-19.

Kapuspen TNI, Mayjen TNI Achmad Riad mengatakan, tatap muka ini sebagai forum silaturahmi. Sebab, Panglima TNI dan Kapolri menyadari peran dari seluruh tokoh adat, agama dan masyarakat yang sangat penting dalam meningkatkan kedamaian.

"Pemerintah serius mengutamakan pendekatan kesejahteraan sebagai langkah utama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di Papua dan Papua Barat. Semuanya harus bersama menjaga nilai-nilai kearifan lokal, dimana diharapkan agar tokoh agama, adat dan masyarakat yang menjadi jembatan antar pemerintah dengan masyarakat," kata Riad.

Ia mengatakan, perlu peningkatan kualitas masyarakat Papua dan Papua Barat meliputi kualitas pendidikan, kualitas kesehatan, lapangan kerja dan kualitas kehidupan agar masyarakat Papua dan Papua Barat lebih berperan dalam membangun daerahnya.

"Oleh karenanya kita berharap, kita bersama-sama meningkatkan kualitas kesejahteraan di Papua dan Papua Barat melalui kualitas pendidikan, kesehatan, lapangan kerja dan kualitas kehidupan agar masyarakat dapat lebih berperan dalam membangun daerahnya," katanya.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pendekatan yang paling utama dilakukan oleh TNI dan Polri kepada masyarakat adalah komunikasi.

"Tadi dicontohkan oleh Panglima TNI saat rapat adalah misalkan ada pasukan yang baru datang dari Jakarta ke Papua, lalu tidak ada tempat tinggal maka datang saja ke kepala suku disampaikan ke kepala desa atau camatnya. Kalau memang ada komunikasi, pasti akan diberikan lahan kosong supaya dibangun tempat tinggal bagi TNI ataupun Polri. Begitu juga apa yang dimau oleh masyarakat harus disampaikan. Jadi jangan takut dan harus jalin komunikasi," kata Argo.

Menurutnya,  kedatangan TNI dan Polri ke suatu wilayah termasuk di Papua tentunya untuk menjaga rakyat. Karena itu, komunikasi itu sangat penting.

Salah satu tokoh yang hadir, Yanto Eluay mengaku, siap mengawal dan menjaga keputusan yang sudah dilakukan oleh orang tua terdahulu yaitu dengan bertanggung jawab untuk kemajuan kesejahteraan pembangunan di Papua.

Menurut Yanto, pertemuan dengan Panglima itu guna membangun komunikasi intensif untuk permasalahan-permasalahan di Papua.

Salah satunya, memasuki 1 Desember. Ia mengajak melupakan masa lalu mengingat saat ini ketika Papua sudah jadi bagian tidak terpisahkan dalam NKRI.

"Mari sama-sama membangun Papua demi kemajuan Papua, itu harapan kami," kata Yanto. (Salmawati Bakri)