Jelang Natal dan Tahun Baru, Stok Telur di Mimika Aman
Telur hasil produksi peternak lokal Timia. Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Telur hasil produksi peternak lokal Timia. Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Kepala Bidang Bina Usaha Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, Agustinus Mandang menegaskan stok telur di Kabupaten Mimika menjelang hari raya dan tahun baru masih aman.

Ia menjelaskan Kabupaten Mimika sudah surplus telur. Produksi setiap harinya bisa mencapai 11 ton. Jumlah produksi ini menempatkan Mimika pada posisi teratas kabupaten dengan produksi telur terbanyak di Provinsi Papua.

“Jadi saat ini peternak binaan kita (Pemda) dan YPMAK itu ada 137 dan kita pun menjadi ikut menyuplai produksi telur kita ke beberapa kabupaten tetangga,” katanya saat ditemui di Hotel Horison Diana, Jumat (11/12/2020).

Meski menyuplai telur ke luar daerah, para peternak kata Agustinus tetap mengutamakan kebutuhan telur di Mimika. Jika produksi telur menurun maka suplai keluar pun dihentikan.

Adapun harganya, jika langsung dari kandang yakni mulai Rp55-60 ribu per rak. Harga ini telah disepakati Disnak dan Keswan dengan Himpunan Peternak Ayam Mimika (Hipukami). Namun untuk penetapan harga di pasaran bukan tupoksi Disnak dan Keswan untuk menentukannya.

“Tapi ini bisa turun jika produksi terus melimpah yaitu Rp52-53 ribu per rak. Tingkat tertinggi pedagang beli ke peternak memang kisarannya kami target Rp60 ribu kami tidak mau sampai harga Rp70 ribu yang bisa menyusahkan masyarakat,” jelasnya

Sementara untuk stok daging sapi dan ayam kata Agustinus juga masih tetap aman dan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada perayaan Natal dan Tahun Baru nanti.

“Kita memang belum produksi ayam dan sapi kita sangat sedikit makanya kita mendapatkan dari luar. Daging ayam sendiri tiap bulannya masuk 300 ton perbulan, dan kita cuma memenuhi 10 persen dari itu,” tutupnya. (Anti Patabang)