John Rettob: Jangan Sampai Ada Atlet Kena Malaria
Papua60detik - Sampai sekarang Kabupaten Mimika masih menjadi salah satu daerah endemis malaria di Indonesia. Rata-rata terjadi 200 kasus malaria per1000 penduduk.
Dan itu membuat Mimika sebagai salah satu klaster penyelenggara PON mendapat pekerjaan tambahan, menjaga setiap atlet dan official yang datang tak terinfeksi malaria.
Rumitnya lagi, zona penularan tertinggi malaria berada di wilayah lokasi venue PON dan tempat penginapan atlet.
Mengantisipasi atlet kena malaria, Tim Malaria Center Mimika yang diketua Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob sudah bersiap. Salah satunya memeriksa para atlet saat tiba di Timika. Begitupun ketika mereka akan bertolak ke daerah asal.
Bahkan ketika kontingen sudah di daerah masing-masing, Tim Malaria Center Mimika masih akan terus memantau. Mereka yang merasakan gejala malaria bisa menghubungi petugas kesehatan yang ada di Timika.
“Mereka sudah pulang pun kalau mereka tidak enak badan bisa kontak malaria Center di Mimika. Kita siap bantu karena banyak daerah lain yang kadang-kadang mereka pikir tipes, DBD, padahal itu malaria,” ungkap John dalam pertemuan dengan tim malaria center, Kamis (23/9/2021) di Gedung MPCC Timika.
Hal ini dilakukan untuk memastikan atlet yang baru tiba dan pulang benar-benar dalam kondisi sehat.
Ia menegaskan, keberhasilan Mimika menjadi salah satu tuan rumah PON XX Papua bukan hanya dilihat dari kesiapan venue dan akomodasi saja, tetapi termasuk memastikan setiap kontingen PON XX pulang dengan sehat.
“Mereka datang dalam keadaan sehat, pulang juga harus sehat. Jangan datang sehat pulang bawa malaria. Itu tidak boleh,” tegasnya.
Meski tim sudah melakukan berbagai upaya pencegahan, namun Rettob berharap para atlet bisa mengikuti aturan. Jangan keluar dari penginapan diatas jam 6 sore, tetapi jika itu mendesak, gunakan pakaian panjang dan lotion yang telah disediakan.
“Nyamuk menggigit mulai jam 6 sore sampai jam 6 pagi. Jadi kurangilah keluar malam. Andaikan perlu sekali harus keluar tetapi dengan antisipasi malaria yang sudah kita sosialisasikan kepada mereka,” pesannya. (Anti Patabang)