Juara Piala Soeratin, Papua Football Academy Wakili Papua Tengah ke Tingkat Nasional
Senin, 25 November 2024 - 16:53 WIT - Papua60Detik

Papua60detik - Papua Football Academy (PFA) memastikan diri melangkah ke Piala Soeratin Nasional U-15 setelah menundukkan Persemi Mimika dalam laga final yang mendebarkan di Mimika Sport Complex (MSC) Minggu (24/11/2024).
PFA meraih kemenangan tipis 3-2 dalam pertandingan final itu.
Laga antara PFA dan Persemi Mimika berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua tim tampil impresif dengan serangan-serangan berbahaya. Namun, PFA memecah kebuntuan pada menit ke-16 melalui aksi gemilang Pasko Kambuy, yang memanfaatkan kesalahan pemain bertahan Persemi.
Dua menit kemudian, Pasko kembali mencatatkan namanya di papan skor, kali ini memanfaatkan bola pantul dari penjaga gawang Persemi. Dengan keunggulan 2-0, PFA menutup babak pertama dengan percaya diri.
Memasuki babak kedua, PFA menambah gol ketiga lewat tendangan keras Dolvi Salossa pada menit ke-59.
Meski tertinggal 3-0, Persemi menunjukkan semangat juangnya Mereka berhasil memperkecil ketertinggalan lewat dua penalti yang dieksekusi dengan baik oleh M Fadil di menit-menit akhir. Namun, waktu tidak cukup bagi Persemi untuk mengejar ketertinggalan, dan laga berakhir dengan skor 3-2 untuk PFA.
Pelatih Kepala PFA, Ardiles Rumbiak, mengapresiasi kerja keras anak-anak asuhnya dalam pertandingan ini.
“Pertandingan hari ini patut disyukuri. PFA berhasil melaju ke partai final dan keluar sebagai juara. Namun, perlu diketahui, pertandingan Soeratin itu bukan saja mencari juara, tapi bagaimana mereka bisa belajar banyak hal. Contoh tadi di menit-menit akhir dua kali hand ball, butuh fokus di menit akhir untuk bisa menguasai bola agar tidak terjadi lagi seperti itu,” ujar Ardiles.
Ia menekankan pentingnya proses pembelajaran dalam setiap pertandingan.“Sekali lagi ini adalah proses belajar di mana anak-anak terus berkembang, juara itu bonus,” tambahnya.
Meski kalah di partai final, Pelatih Kepala Persemi Mimika U-15, Feydi Oroh tetap memberikan apresiasi kepada anak-anak asuhnya yang telah bermain maksimal.
“Permainan yang menentukan, tadi ada beberapa kesalahan. Untuk mengejar itu kan dengan waktu yang singkat ini kan sulit. Mereka patut diapresiasi,” ujar Feydi.
Ia mengakui beberapa kesalahan di awal babak pertama menjadi penyebab utama kekalahan, namun ia tetap bangga dengan semangat juang anak-anak Persemi yang tidak menyerah hingga akhir.
Plt. Direktur Teknik Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah, Muhammad Jaelani Saputra, memberikan penghargaan kepada seluruh tim yang telah berpartisipasi dalam turnamen ini, termasuk SSB Konica yang meraih juara 3 dan SSB Elang yang berada di peringkat ke-4.
Saya yakin suatu saat mereka akan memiliki kesempatan-kesempatan yang mereka bisa menuju ke jenjang yang lebih baik,” kata Jaelani.
Ia menilai pertandingan final ini menunjukkan perkembangan positif dari talenta-talenta muda Papua Tengah.
“Kalau saya lihat dari tadi hasil pertandingan ini mereka cukup baik. Bermain sportif, pelatihnya profesional, kemudian juga tidak ada argumen-argumen kepada wasit dan mereka benar-benar bermain menikmati pertandingan ini,” tambahnya.
Jaelani menegaskan bahwa ujian sesungguhnya bagi PFA adalah kompetisi tingkat nasional di mana mereka akan menghadapi tim-tim terbaik dari seluruh Indonesia.
“Ujiannya adalah nanti mereka di tingkat nasional. Di situlah bisa dilihat sejauh mana perkembangannya mereka dari hasil kompetisi ini mereka bisa bersaing,” tutup Jaelani.
Kemenangan PFA ini menjadi simbol keberhasilan pembinaan sepak bola usia muda di Papua Tengah. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Asprov PSSI Papua Tengah dan PT Freeport Indonesia, PFA diharapkan mampu membawa harum nama Papua di tingkat nasional.
Turnamen Piala Soeratin U-15 Papua Tengah ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi para pemain muda untuk terus mengembangkan potensi mereka dan mengejar mimpi besar: menjadi bagian dari Timnas Indonesia. (Faris)