KADIN Mimika Siap Pasarkan Produk Para Pelaku UMKM
Rapat koordinasi dan evaluasi KADIN, Dinas Koperasi & UMKM, BRI dan para pelaku UMKM Mimika di Kantor KADIN, Senin(28/11/2022). Foto: Burhan Papua60detik
Rapat koordinasi dan evaluasi KADIN, Dinas Koperasi & UMKM, BRI dan para pelaku UMKM Mimika di Kantor KADIN, Senin(28/11/2022). Foto: Burhan Papua60detik

Papua60detik - Papua60detik – Memasarkan produk masih menjadi masalah utama UMKM di Mimika. Persoalannya banyak, mulai dari perizinan usaha, kemasan produk hingga ilmu tentang pemasaran.

Untungnya KADIN Mimika bersedia menerima tanggung jawab membantu memasarkan produk UMKM.

"UMKM itu bagian produksi, KADIN bagian marketing, kita bagian pemasaran. Selama ini kan UMKM produksi tapi tidak bisa jual. Makanya kita KADIN ini dikasih tugas oleh pak Plt Bupati, jadi bagian pemasaran," kata Ketua KADIN Mimika, Bram Raweyai usai rapat koordinasi dan evaluasi bersama para pelaku UMKM, Senin(28/11/2022).

Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob pada 5 November lalu telah mencanangkannya sebagai Hari UMKM Mimika.

Sejak pencanangan dan mendapat tugas di bagian pemasaran, KADIN langsung bergerak. Sedikitnya sudah ada 21 outlet produk UMKM saat ini.

Meski begitu, dari hasil evaluasi hari itu, masih banyak hal yang perlu dibenahi pada produk UMKM di Mimika.

"Misalnya rumah produksi yang masih harus kita benahi itu nanti kita koordinasi lagu dengan pemerintah, masalah permodalan," kata Bram.

Soal modal, Pemimpin BRI Cabang Mimika, Budi Prasetyanto memastikan siap membantu. Apalagi, BRI memang punya perhatian khusus pada pengembangan UMKM.

Untungnya saat ini sudah berdiri asosiasi yang menghimpun para pelaku UMKM di Mimika

"BRI memaksimalkan program pemerintah dalam hal ini UMKM seperti melalui kredit KUR, mikro, ultra mikro dan KUR kecil. Tujuannya pengembangan, makanya kami lebih bisa lebih fokus karena sudah asosiasi, kita lebih mudah menyalurkan bantuan permodalan. Tujuannya memandirikan UMKM kita di Mimika," kata Budi.

Ketua Asosiasi UMKM Mimika, Benyamin Meo meyebut, sudah sekitar 157 pelaku UMKM yang bergabung di asosiasi. Sayang, baru 40 yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Soal perizinan ini ia berharap peran pemerintah sebagai fasilitator.

Ia mengakui, sempat menemui jalan buntu pada sektor pemasaran. Betapa sulit memasarkan produk-produk UMKM.

"Tantangan ubah kemasan dan kualitas. Produk lokal Timika juga harus diangkat. Sekarang kita sudah punya keripik tambelo, beras sagu, mie sagu. Ini produk-produk lokal yang coba kita kembangkan," kata Beny.

Mewakili pemerintah, Kabid UMKM Dinas Koperasi & UMKM Mimika, Samuel Yogi mengatakan terbentuknya asosiasi dan keterlibatan KADIN serta BRI sebagai momen bangkit bagi para pelaku UMKM.

Saat ini, ia sedang mengupayakan kerja sama dengan PT Tokopedia agar produk-produk UMKM Mimika go digital.

"Pekan depan kita sudah mulai pelatihan untuk go digital ini bersama PT Tokopedia. Tahun depan MoU-nya. Kami dari pemerintah menilai ini sebagai jalan produk-produk unggulan UMKM Mimika dikenal di daerah lain, di seluruh Indonesia," katanya. (Burhan)